Tampilkan postingan dengan label Indonesian Romance Reading Challenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesian Romance Reading Challenge. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Februari 2016

[Review] KSATRIA, PUTRI, BINTANG JATUH


SUPERNOVA #1
Penulis: Dee
Penerbit: Truedee Book
Terbit: Cetakan 6, 2006
Tebal: 282
ISBN: 978-979-9625-77-9
Sinopsis:
Kisah dimulai dari pertemuan dua tokoh, Dhimas dan Ruben, yang bersua di Washington DC dan kemudian bermetamorfosis menjadi sepasang kekasih. Pada hari jadi mereka yang ke-10, mereka berkolaborasi membuat sebuah novel berbasiskan sebuah dongeng kanak-kanak berjudul "Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh".

Sementara itu, seorang eksekutif muda bernama Ferre dikisahkan terlibat hubungan cinta dengan seorang reporter bernama Rana yang telah menikah. Hubungan cinta itu menjungkirbalikkan hidup Ferre dan memaksanya menelusuri masa kecilnya yang pahit.

Pada sisi lain, peragawati dan model terkenal bernama Diva dikisahkan menjalani kehidupan ganda. Diva juga diam-diam dikenal sebagai pelacur termahal yang memiliki kecerdasan luar biasa dan itu menjadi magnet tersendiri bagi para pelanggannya.

Tiga sisi kehidupan antara Dhimas-Ruben, Ferre-Rana, dan Diva, terjalin benang merah yang dirajut oleh Supernova, sesosok tokoh dunia maya yang hanya muncul di internet dan menjadi konsultan banyak orang. Penelusuran spiritualitas yang berdampingan dengan eksplorasi saintifik ini berujung pada pertanyaan besar: siapakah gerangan sesungguhnya Supernova? Dan bagaimana kehidupan setiap tokoh saling menyentuh dan mempengaruhi satu sama lain tanpa mereka sadari. 
***

Ini kali kedua aku baca novel ini sampai kelar. Pertama baca hasil minjem teman bertahun lalu, kepalaku nggak nyampe. alhasil habis selesai, blank. Ditanyapun ceritanya soal apa? Palingan cuma jawab, "Pasangan homo yang pingin bikin novel dan kebetulan di dunia nyata ada kisah yang sama persis dengan yang pasangan homo ini tulis." Sudah itu aja, detail lainnya? Emboh! Wkwkwkwk~

Sekarang pun masih belum mengerti banyak soal yang Ruben-Dhimas bicarakan. Terlalu tingkat tinggi menurutku. Tapi aku mencoba memahami. Mencoba nggak men-skip teori-teori science bla-bla-bla yang Ruben jabarkan panjang lebar yang beberapa katanya terlalu ilmiah dan tanpa penjelasan detailnya lebih lanjut.

Mengesampingkan jabaran Ruben soal ilmu science yang mau dia gabung dengan ilmu psikologi apalah, aku tetap menikmati cerita yang mbak Dee tulis. Akhir-akhir ini aku lumayan susah mencari novel yang klik, yang bikin pikiran susah berpaling ke lain novel dan mata jadi nggak kebanyakan tengok halaman lalu mikir kapan kelarnya. Dan, Supernova walau sudah dibaca bertahun lalu tetap saja bikin aku begadang sampai jam 4 pagi. Susah buat lepas buku kalau belum kelar. Aku akui cerita cinta Ferre-Rana-Arwin lalu muncul Diva menurutku banyak dijumpai ya. Tapi cara penulisan mbak Dee ini yahud. Juga ditambah ada Dhimas-Ruben yang relasinya nggak cuma sepasang kekasih menyimpang. Dua cowok itu terasa lebih dari itu. Mereka seperti karib bahkan amat karib. Minim adegan mesra untuk dua cowok itu tapi chemistry-nya amat terasa hanya lewat obrolan yang begitu asyiknya. Terus karakter Diva apalagi. Bikin aku kepincut. Dari semua tokoh dalam novel ini, aku paling favorit sama Diva. Tipe wanita sempurna yang anggun pun cerdas tapi ada kebaikan di dalamnya juga sifat nyelenehnya. Pandangannya amat beda,

Dari semua kelebihan yang ada, kekurangannya hanya... ya itu tadi, ada kata-kata yang tak terjelaskan, terlalu dewa buat dipahami dan jadi merasa sedang baca karya ilmiah saja. Terus, buku 1 ini masih membuatku bingung apa maksud Supernova. Tujuannya belum teraba. Lalu kebingungan sendiri, Spuernovanya di ending kan pindah 'jabatan'? Terus di buku selanjutnya yang menghubungi Bodhi, elektra, Zahra, dan Alfa, itu Supernova yang mana? Menghilangnya Diva itu kenapa? Terus pikiranku jadi terlempar ke Gelombang. apakah Bintang Jatuh yang bertemu dengan Alfa itu Diva?

Jujur. Selain cerita-cerita perjalanan hidup masing-masing tokoh dalam Supernova entah seri mana saja, aku masih belum bisa meraba tujuan Supernova apa pada mereka? Mau ada alien ya? Atau apa? Wkwkwk~ Segalanya bakal terjawab kalau Intelegensi Embun Pagi sudah rilis.

Intinya walau banyak gantungan pertanyaan. Aku tetap selalu suka sama Supernova dan buku-buku mbak Dee lainnya. Bintang 4 deh buat Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Hehehe~

Berikut kutipan favorit yang aku temukan:
  • "Tuhan berbicara lewat banyak hal, banyak mulut, dan banyak peristiwa."--hal. 47
  • "Menurutnya, make-up diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang beranjak jelek, atau tepatnya perempuan-perempuan yang merasa jelek. Bagi mereka-mereka itulah patut ada usaha ekstra. Tapi bukan anak-anak ini."--hal. 72
  • "Satu-satunya hal yang dilakukan drugs untuk kamu adalah meminjamkan seremah surga dengan bayaran segumpal sel otak. Transaksi yang sama sekali tidak sepadan. Solusi yang benar-benar destruktif."--hal. 102
  • "Tidak ada cara untuk belajar percaya selain percaya."--hal. 202

Kamis, 04 Februari 2016

[Review] Bunga di Atas Batu


Penerbit : Moka Media
Terbit : Juni 2014
Halaman : 129
ISBN : 979-795-842-6
Sinopsis :
Iris yang baik,
Setelah kupertimbangkan masak-masak, beginilah akhirnya cara yang kupilih. Bukan supaya diriku terelak dari duka perpisahan. Ketahuilah, pada huruf-huruf terakhir setiap kata yang kutulis, kesedihan menderaku tanpa ampun bagaikan pesuruh Zeus mendera Prometeus yang malang (bukankah kamu menyukai dongeng-dongeng Yunani?). Kutahankan rasa sakit itu demi hal-hal yang mungkin bisa kujelaskan lebih baik secara tertulis ketimbang dibicarakan langsung. Jika terasa tidak adil, maafkanlah.

Manakala surat ini sampai padamu, telah jauh aku meninggalkan rumah dan “tempat rahasia kita.” Tapi yakinlah, jarak di antara dua manusia bukan melulu perkara terlihat atau tidaknya sosok, terdengar atau tidaknya suara, terasa atau tidaknya sentuhan, terhirup atau tidaknya aroma masing-masing. Selama ini, misalnya, dengan bertemu setiap hari, seberapa dekat sebenarnya hati kita? Seberapa banyak kau mengerti perasaanku atas dirimu dan sebaliknya?

***

Di setiap bab ada quote atau puisi karya beberapa penulis terkenal. Aku suka dengan quote-quote-nya. Membuatku tahu garis besar yang akan dibahas di setiap bab. Ini novel remaja yang diksinya meski di percakapan pakai loe-gue tapi nggak terasa khas remaja yang biasanya santai. Ringan sih, tapi terasa baku seperti novel metropop atau sastra. Walau begitu bisa dinikmati kok.

Cerita berawal dari sebuah pertengkaran. Bukan pertengkaran hero-heroin yang seperti kisah cinta standar yang sering kutemui lho. Iris bertengkar masalah tugas kelompok yang tidak dikerjakan temannya, Cut. Di sini kok aku merasa pertengkarannya berlebihan ya? Semacam kurang konsisten sifatnya Iris. Hal ini kusadari setelah membaca lebih banyak novel ini.

Tokoh utama kita, Iri dan Bara sama-sama kurang kasih sayang orang tua. Makanya mereka menjadi sahabat dekat. Namun Bara sudah menunjukkan perasaan suka sedang Iris belum sadar. Makanya Bara ingin berterus-terang tapi takut bila Iris tidak menyambut maka persahabatan mereka akan putus.

Suatu ketika Bara mendapat kabar bahwa dia mendapat beaasiswa ke Kanada di beberapa waktu kemudian dlia juga kehilangan ibu. Di saat-saat seperti ini Iris justru baru saja jadian dengan pemuda lain, Hilman yang rupanya mendekatinya karena motif balas dendam.

Apakah Iris akan menyadari betapa sayangnya Bara padanya? Silakan baca sendiri. Hanya saja aku agak nggak suka ending-nya yang menggantung. Seolah penulis membiarkan pembaca sendiri yang menerka-nerka dua sejoli yang terpisah negara ini bersatu atau tidak.

Kelebihan novel ini daripada novel teenlit pada umumnya adalah ya itu tadi, penulis menambahkan quote-quote yang menggugah pada setiap awal bab. Dan aku acungi jempol karena aku jadi tahu bahwa penulis pasti suka baca sastra dan suka nonton film karena di sini menyempil beberapa info tentang film-film lawas.

Kekurangannya adalah ceritanya amat simple dan terasa biasa gitu. Endingnya terlalu cepat alurnya padahal awalan hingga pertengahan alusnya sudah pas.

Berikut quote-quote dalam cerita yang aku suka:

"Nggak ada yang lebih tolol daripada manusia yang hanya bertindak dengan emosinya,"--hal. 6

"Kita semua membuat pilihan. Bagian tersulit adalah hidup bersama pilihan itu."--hal. 33

"Tuhan punya banyak cara buat ngajarin kita tentang kehidupan. Tuhan itu maha kreatif, Bro,tinggal kita aja bisa atau nggak ngambil pelajaran dari setiap cobaan-Nya."--hal. 59

"Adakalanya menemani dalam diam lebih baik ketimbang berbicara sebanyak apapun."--hal. 73

"Mata dibalas mata hanya akan bikin seluruh dunia buta."--hal. 83

Terakhir aku beri 3,5 bintang untuk novel ini. Terima kasih sudah mendapatkan novel ini secara free dari Mbak Dyah Rini. Hehehe~

Selasa, 12 Januari 2016

[Review] PAPER ROMANCE


Judul : Paper Romance
Penulis: Lia Indra Andriana
Genre : romance, drama
Kategori: Fiksi, novel lokal
Ukuran: 13x19cm
Tebal :   376 halaman
Terbit: April 2013

Sinopsis:
KEV MIRROW, PENULIS BESTSELLER PULANG KE INDONESIA DAN MENEMUKAN INSPIRASINYA KEMBALI DARI SEORANG WANITA!
Mengenai artikel yang Anda tulis, saya ingin meluruskan beberapa hal:
  1. Saya tidak pernah kehilangan ide menulis, saya hanya vakum menulis sementara
  2. Eliana Candra, cewek yang mengaku sebagai pacar saya sebenarnya adalah asisten saya. Namanya saya gunakan sebagai tokoh utama di novel terbaru saya karena saya ingin menghukumnya (saya tidak ingin membahasnya)
  3. Saya masuk ke rumah sakit karena kecelakaan mobil beruntun, bukan karena tidak konsentrasi saat menyetir!
Kev Mirrow membaca ulang email yang hendak ia kirim. Dahinya berkerut, ia berpikir keras. Lalu sambil mendengus ia menghapus semua hasil ketikannya, menggantinya dengan sebaris tulisan:
Terima kasih telah menepati janji Anda mengirimkan hasil wawancara. Tidak ada yang salah, Anda boleh memuatnya di majalah.
Kev Mirrow
***
Sinopsisnya unik. Covernya cantik dan sesuai isinya. Aku suka sekali dengan tampilan luarnya juga isi di dalamnya.

Ini adalah novel pertama karya Lia Indra Adriyana yang aku baca dan tentu saja tidak mengecewakan. Diksi yang mengalir dan ringan tidak terasa monoton terus ceritanya juga tidak pasaran. Aku suka. Hanya saja, aku rasa ada bagian-bagian yang cukup membuat bosan karena terlalu bertele-tele karena sebenarnya cerita novel ini lumayan simple hanya saja menjadi ruwet karena kepengecutan Kev yang susah untuk berterus terang.

Karakter Kev dan Eli lumayan kuat meski menurutku, aku lebih merasa Nadia lah yang paling kuat. Dia seolah menjadi sang antagonis tapi di ending berbalik 180 derajat. Membuat pembaca yang semula benci jadi malah bersyukur karena dia walau bukan tokoh utama tapi dalam cerita ini menjadi penting.

Oh iya. Ini kutipan yang aku suka:
  • "Yang namanya berbuat salah harus tetap mendapatkan hukuman."--hal. 101
  • "Terkadang orang butuh waktu untuk menjadi berani. Seorang pengecut pun suatu saat perlu menyelesaikan urusannya."--hal. 170
  • "Terkadang orang yang diliputi amarah tidak bisa berpikir dengan secara rasional."-- hal. 188
  • "Memaafkan seseorang itu butuh proses."--hal. 251
Terakhir 3,5 bintang dari 5 bintang aku kasih buat novel kece yang aku selesaikan dalam 2 hari.

[Master Pos] Indonesian Romance Reading Challenge 2016


Tahun 2016 mau mencoba mencintai romance. Makanya aku ikut 2 RC Romance termasuk ini, yang diadakan oleh Ky's Book Journal.
RULES 

1. Indonesian Romance Reading Challenge ini berdurasi selama satu tahun, dimulai dari bulan Januari sampai Desember 2016. 
2. Memasang button IRRC 2016 di sidebar blog kalian dan memberikan tautan balik ke link postingan ini. 
3. Disarankan membuat master post dan menautbalikkan ke link post ini. Dan pada akhir tantangan, dipersilahkan membuat wrap-up post sebagai rekap hasil bacaan selama setahun ini. Jika tidak membuat masterpost, mohon setelah mendaftarkan link blog kalian dan juga alamat email di kolom komentar, sebutkan level yang akan kalian ambil di kolom komentar. 
4. Bagi yang tidak punya blog, bisa membuat shelf di Goodreads dengan nama shelf "IRRC 2016" dan silakan daftarkan linknya di kolom komentar. 
5. Syarat buku bacaan yang dapat diikutkan dalam IRRC 2016 ini adalah:
- Buku yang dibaca adalah buku fiksi bergenre romance, boleh berupa novel, antologi, kumpulan cerpen, novella, dan sejenisnya; bukan komik dan buku nonfiksi
- Buku yang dibaca harus buku karya pengarang Indonesia, bukan buku terjemahan karya pengarang luar negeri. 
- Buku yang dibaca boleh terbitan dari tahun kapan pun, penerbit mana pun, asal masih memiliki nuansa romance di dalamnya. 
6. Diperbolehkan re-read atau membaca ulang. 
7. Diharuskan menyelesaikan bacaan dan membuat review. Review dapat ditulis di blog (tidak harus blog buku, tapi masih merupakan blog aktif), notes Facebook, atau review Goodreads. 
8. Buku-buku yang dibaca boleh digabung dengan reading challenges lain yang teman-teman ikuti. 
9. Teman-teman dapat memilih level challenge IRRC 2016 berikut ini : 
Easy : membaca 1 - 10 buku 
Middle : membaca 11 - 20 buku
Hard : membaca 21 - 30 buku
Maniac : membaca lebih dari 30buku
Naik level diperbolehkan. Mohon untuk memberitahukan lewat kolom komentar jika teman-teman berencana naik level.
10. Pendaftaran dibuka mulai hari ini, 12 Januari 2016 sampai 30 November 2016 
11. Update reading progress akan dibuka setiap tiga bulan sekali. Akan diadakan giveaway untuk peserta yang mengupdate progressnya saat link update dibuka.
Giveaway Indonesian Romance Reading Challenge 2016
1. Di akhir acara, akan dipilih 2 (DUA) orang yang menyelesaikan tantangan dengan jumlah buku bacaan terbanyak. Hadiah yang aku sediakan adalah voucher buku sebesar Rp200.000 (untuk pemenang pertama) dan Rp 150.000 (untuk pemenang kedua). Artinya, hadiah hanya berlaku bagi peserta yang berada di wilayah Indonesia saja.
2. Doakan saja ya kalau ada rezeki lebih banyak, mungkin ada penambahan hadiah. Dipersilahkan untuk kalian yang ingin menjadi donatur, dengan lapang dada aku akan menerimanya.
Jika ada masih yang kurang dimengerti dan ingin ditanyakan, silahkan layangkan pertanyaan di kolom komentar postingan ini, atau ke twitter @RizkyMirgawati atau via surel kikyavis[at]gmail[dot]com.
***
Kelas yang aku ikuti untuk sementara EASY dulu. Doakan sukses ya. :D

Minggu, 03 Januari 2016

[Wrap-up Post] Indonesia Romance Reading Challenge


Tahun 2016 sudah datang. Maka Challenge ini sudah berakhir.
Cuap-cuap dikit ah. Sebenarnya novel romance dari penulis Indonesia banyak tuh di rak. Tapi kok ya mau baca males, alhasil cuma dapat sedikit aja review selama setahun ini. Padahal ikutan Challenge ini supaya timbunan novel romance makin sedikit dan biar makin semangat baca romance tapi apa daya, romance memang bukan genre favorit sih ya. #sungkem

Okay, berikut novel romance Indonesia yang berhasil aku baca dan buat reviewnya:
  1. Ramalan Fudus Ororpus by Julia Stevanny
  2. Tertinggal Waktu by Khairani
  3. T[w]itit by Djenar Maesa Ayu
  4. Happiness Theory by Arbie Shena
  5. Ganteng-ganteng Gentayangan by Ayra
  6. Meraihmu by Arbie Shena
  7. Lamitta by Endah Wahyuni, dkk
  8. Why? by Cuncun
  9. Me & My Prince Charming by Orizuka
Dikit pake banget yampon!!! Cuma 9 doang. Semoga tahun 2016 ada Challenge Romance Indonesia deh ya. Mau habiskan timbunan romance yang terbengkalai. Yosh!
Btw makasih buat Syifa yang sudah jadi host-nya. :)


Senin, 16 November 2015

[Review] RAMALAN FUDUS ORORPUS


Penulis : Julia Stevanny
Penerbit : GPU
Terbit : Juli 2005
Halaman : 224
ISBN : 978-979-22-1481-9
Sinopsis :
Perempuan tua aneh itu datang pada suatu siang dan mengacaukan hidup Deryn. "FUDUS OROROR!" katanya dengan suara bergetar mengerikan. Matanya membeliak dan tangannya bergerak-gerak liar. "NNaik. Turun. Lurus. Terputus... Oh nasibmu sangat buruk, Nak! Kau dilahirkan tanpa garis jodoh! Kau ditakdirkan untuk jadi perawan tua!"

Diramal begitu jelas membuat Deryn bete. Apalagi Rosaline, adiknya yang kutu buku bilang bahwa Ramalan Fudus Ororpus adalah ramalan paling tepat di dunia. Celaka nggak tuh! Apalahi runtutan kejadian berikutnya yang terjadi dalam hidup Deryn sesuai isi ramalan!
Terus ramalan itu bener nggak sih? Masa Deryn harus ngejomlo seumur hidup...? Ah, nggak kuat....
***
"Nasib seseorang terletak di tangannya sendiri, bukan di tangan orang lain, bukan di tangan siapapun, bukan di tangan orang yang bisa melihat masa depan sekalipun."--Kakek Deryn; hal. 25

Deryn lumayan syok setelah mendapatkan ramalan yang buruk di saat kelima saudarinya mendapat ramalan bagus. Dia takut dan juga merasa semakin iri pada saudarinya yang cantik-cantik seperti Mama sedang dia merutuki nasib kenapa harus lebih mirip sang Papa. Baca karakter Deryn apalagi memakai sudut pandang orang pertama, aku gemes sama ini anak. Egois, childish, keras kepalanya ampun deh. Sudah dinasehati bahwa ramalan tidak usah dipercaya tetap saja. Tapi lalu aku berpikir, ah namanya juga novel teenlit. Terus lanjut membaca.

Di kisah ini, Deryn memang punya lima saudari yaitu tiga kakak dan dua adik. Tapi yang terlibat dalam cerita cuma sang adik, Rosaline dan seolah saudara lainnya cuma numpang lewat apalagi orang tuanya. Terus yang ganjil lainnya, dia bukan tipe anak introvert tapi di sekolah temannya cuma satu, Mischa. Setahuku bocah yang karakter begini temannya banyak. Setahuku juga laki-laki naksir tidak melulu melihat tampang tapi juga asyik atau menyenangkan tidaknya seseorang. Kalau dia pintar bergaul dan easy going pasti dong ada yang nempel sedang ada yang cantik kalau auranya senggol bacok juga tidak ada yang mendekat (pengalaman pribadi ‪#‎uhuk‬). Ah, tapi akhirnya aku maklum, nulis dengan setting banyak orang dalam satu situasi emang susah. Tidak apa-apa deg kalau bagian Deryn-Micha diem-dieman seolah tak ada teman lain yang bisa diajak ke kantin bareng.

Ceritanya ringan khas teenlit. Komfliknya pun simpel. Enak dibaca di saat santai dan lagi tak ingin baca bacaan berat atau dengan kisah yang kompleks. Makanya dalam 2-3 jam sambil ngemil kau akan mampu menyelesaikannya.

Oh, iya. Meski di sinopsis seolah ini masalah ramalan namun kutemukan cerita intinya bukan itu. Yrma utama dalam novel ini adalah mengenai persahabatan di mana kau harus rela mengempingkan rasa egoismu demi sahabatmu dan ini kutemukan lewat Mischa. Kondisi Mischa dan Deryn banyak dijumpai dan aku acungin jempol bila ada sahabat seperti Mischa. Terus karena akhirnya Deryn melakukan perbuatan baik demi sahabatnya di sinilah kita akan tahu, bahwa dengan berbuat baik itu maka pasti ada imbalan setimpal yang kelak akan kita dapat.

"Langit selalu adil terhadap makhluk yang berlindung di bawahnya. Apa yang ditabur seseorang, itu juga yang akan dituainya."--Ororor; hal. 218

Last, aku kasih 3,5 bintang dari 5 bintang untuk novel ini. Karena diksinya tak membosannya dan bikin ngalir aja bacanya. Tiba-tiba kok sudah selesai.

Rabu, 09 September 2015

[Review] TERTINGGAL WAKTU


SINOPSIS
Rin berkejaran dengan waktu. Semua orang tahu itu. Tapi, Rin tidak mau dianggap berbeda. Meski waktunya tak lagi lama. Rin bergegas mimpi. Meski waktu yang dia punya bisa jadi membatasi. Menjadi seseorang yang berprestasi dan bisa membanggakan manusia di sekitarnya lewat hal yang dia suka: bola voli. Lewat pertandingan voli, Rin mempertaruhkan waktu juga rasa cemas orang-orang yang dia sayang.

SPESIFIKASI BUKU
Penulis: Khairani
ISBN: 9786020265513
Cover: Soft Cover
Editor: Pradita Seti Rahayu
Ukuran: 12.5 X 19.5
Harga: Rp. 34,800 (Menang GA dari Penulis)
Terbit: 10-Jun-2015
Tebal: 172 hlm
Design Cover: Hadi
Penerbit: Elexmedia Komputindo
Genre: Romance Inspiratif
Rate: Teen/Remaja

REVIEW
Baru selesai baca setelah 2-3 minggu nggak diselesaikan setelah diterima. Alasan nunda baca sebenarnya sepele dan memang kebiasaan, kurasa ceritanya terlalu mainstream. Dan kebetulan Percy Jackson #5 ku dipulang teman (dia pinjam nggak bilang & masih plastikan. Kampret bener.) alhasil tergoda baca Percy dulu lalu beberapa buku lain yang baru beli. Hehehe~ (Semoga penulisnya nggak baca. Amin!!!)

Kenapa mainstream aku bilang?
1. Isinya tentang cewek berpenyakit yang terancam mati.
2. Ada murid cowok berandal trouble maker di sekolah.
3. Ada teman cowok yang sejak kecil perhatian dan memendam perasaan.
Tiga point di atas banyak kujumpai di beberapa novel dan cerita di film drama atau serial.

Settingnya Indonesia tapi nama-nama tokohnya mayoritas nama asing. Usulku sih kalau bikin novel nama tokoh-tokohnya disesuaikan latar belakang asal tokohnya biar lebih berasa gitu suasananya. Apalagi ini Makasar, kan? Aku malah tertarik orang daerah sana nama-nama yang khas itu apa saja.

Nah, ini kelebihan novelnya. Ada amanat yang terkandung di dalamnya. Memgajarkan bahwa meski kita memiliki kelemahan yang bisa saja fatal tapi tetaplah punya tekad. Terpuruk dan meratapi nasib nggak akan menyelesaikan masalah. Malah semakin membuat diri sendiri makin stres dan jiwanya mati mendahului tubuh (apaan itu kalimat?). Rin, memiliki kebocoran di jantungnya sejak lahir. Tubuhnya lemah dan tidak bisa melakukan hal-hal yang berat secara fisik, tapi dia tetap ngotot ingin menjadi altlet voli--yah, walau setelah tanding dia langsung pingsan. Bertemulah dia dengan Arga, sang biar onar yang rupanya Rin menyadari ada kebaikan di sana. Dengan cara menyita dan menyimpan cincin peninggalan Mama Arga, Rin mengajukan 3 permintaan. Jadilah mereka makin dekat dan Arga perlahan berubah.

Dengan memakai sudut pandang orang ketiga, Khairani sudah cukup bagus menuliskan diksinya yang memang ringan khas remaja. Dan aku mendapati bahwa gaya ngomong Arga dan Rin beda. Arga pakai kau dan Rin yang lebih lembut pakai kamu. Aku suka. Karena karakter mereka jadi makin kuat.

Oke. Finally... Aku kasih bintang 3 dari 5 bintang buat novel ini.

Selasa, 30 Juni 2015

[Review] T[W]ITIT



T(W)ITIT!
Kumpulan Cerpen
Penulis: Djenar Maesa Ayu
Penerbit: GPU
Terbit: 2012, cetakan ke 2
Halaman: 106
Sinopsis:
Jika biasanya banyak buku yang terbit dari twitter berisi kumpulan tweet semata, maka T(w)ITIT! karya Djenar Maesa Ayu ini lebih dari sekadar itu.

Memiliki 61.000 lebih follower, akun twitter milik Djenar adalah salah satu akun terbesar dan terpopuler penulis perempuan Indonesia. Dari akun ini terpilih sebelas tweet Djenar yang kemudian dikembangkan menjadi cerita pendek.

‘Kehilangan adalah proses awal menemukan’, ‘Hidup bukan untuk mencari perhentian tapi untuk melakukan perjalanan’, ‘Jika ada anak panah yang menusukmu, berharaplah itu bukan berasal dari busur jenuhku’, adalah contoh beberapa tweet yang dikembangkan menjadi cerita di dalam buku ini. Banyak pembaca Djenar yang kemudian meneruskan kalimat-kalimat itu dengan me-retweet-nya, tapi kadang ada juga yang salah arti dan salah tangkap hingga kege-eran. Untuk hal yang satu ini, Djenar pun menuliskan: “Status twitter oleh beberapa orang sering ditengarai sebagai isyarat. Sorry, kamu salah alamat!’.

***

Ada 11 cerpen dalam buku ini dan semuanya bertokoh utamakan Nayla. Hanya 1 cerpen saja posisi Nayla hanya sebagai tokoh pembantu, tapi tetap saja Nayla selalu menyempil di semua cerita. Akan tetapi jangan lantas menganggap cerita dalam cerpen-cerpen ini saling menyambung. Tidak. Ada banyak Nayla dengan berbagai latar belakang di sini. Begitu beragamnya sosok Nayla ini. Ada Nayla si gadis pemilik alterego yang gemar mengumpat anjing, Nayla gadis belia yang harus menghadapi kejamnya hidup dengan memiliki seorang ibu pelacur, Nayla yang memiliki suami yang berselingkuh dengan sesama jenis, Nayla yang rela jadi selingkuhan dengan kakek-kakek, dan Nayla-Nayla lainnya.

Ini buku kedua karya Djenar yang kubaca. Seperti kebiasaan Djenar, diksinya selalu berima tapi tak terkesan kaku. Dalam setiap cerita yang disuguhkan, Djenar tidak terang-terangan menjelaskan isi cerita. Pembaca dibuat berpikir ini cerita sebenarnya mengangkat tentang apa sih? Dan selalu memiliki plot twist yang tidak tertebak. Seperti contoh kisah Astina dan selingkuhannya yang tengah memgantri kamar di motel. Percakapan panjang terjadi dengan dituliskan secara mendetail kondisi sekitar di mana begitu ramainya pengunjung. Lalu plot twist-nya waktu kepergok Nayla sang istri, rupa-rupanya sang selingkuhan bernama Bagus. Nah, di sini aku langsung berasumsi, selingkuhannya laki-laki.

Itulah Djenar Maesa Ayu. Di akhir cerita, dia tak memberikan jawaban, namun biar pembaca sendiri yang menjawab atau berasumsi sendiri. Makanya sewaktu membaca ini, aku selalu membaca ulang awalnya setelah selesai memginjak end. Tapi tidak semua cerita sih. Ada beberapa cerpen yang aku malas untuk memikirkan jawabannya atau menelaah isinya.

3 bintang buat karya ini.

[Review] Happiness Theory




Penulis : Arbie Sheena
Penerbit : Elf Books
Rencana Terbit : Maret 2013
Jenis Cover : Soft Cover
Halaman : 292
Ukuran : 135 x 200 mm
Berat : 250 gram
Harga : Rp49,500
Sinopsis:

Jung Jaehye tidak pernah menyangka akan bertemu dengan seorang gadis tanpa emosi bernama Song Hyemi. Hidupnya mulai diliputi ketakutan ketika mengetahui dirinya duduk di bangku siswa yang kabarnya dibunuh oleh Hyemi. Celakanya, siswa tersebut juga bernama Jaehye! Karena hal itu, banyak yang berspekulasi Jaehye akan menjadi korban selanjutnya.

Ketakutannya makin menjadi-jadi ketika Jaehye memergoki Hyemi sedang membelah katak dengan sadis di laboratorium. Bagaimana tidak, ia sendiri nyaris menjadi korban berikut setelah si katak malang itu!

Namun… seiring berjalannya waktu, mengapa ia malah terus memperhatikan Hyemi? Terlebih, setelah Jaehye menemukan novelet berjudul “Happiness Theory” di kamarnya.


***

Sudah tertarik dan penasaran setelah membaca sinopsisnya?

Aku tertarik. Makanya aku beli. Hehehe~ Setelah membaca--bahkan sudah 2 kali dan itu sangat jarang kulakukan--aku jadi ngefans pada setiap karya Arbie--yang awal kukenal kukira dia cowok.

Dikisahkan Jung Jaehye adalah anak baru di Dongguk. Dia mengidap erythrophobia yaitu phobia warna merah. Nah... sialnya dia bertemu Hyemi, gadis pelit ekspresi yang selalu memakai pita merah. Lebih takut lagi tatkala merebak gosip bahwa kursi yang dipakai Jaehye adalah kursi milik Lee Jaehye, siswa yang sudah meninggal dan konon Hyemi yang membunuhnya--didorong di atap.

Di rumah barunya, Jaehye juga menemukan sebuah mini novel yang tokoh-tokohnya menggunakan nama-nama buah. Sayangnya, cerita ini tidak sampai tamat. Usut punya usut kisah dalam novella itu ternyata kisah penghuni kamar sebelumnya dan tokoh di dalamnya adalah mendiang Jaehye dan Hyemi--versi gadis manis.

Oh, dalam novel ini tak hanya menyoroti Jaehye-Hyemi saja. Teman-teman Jaehye yang adalah anggota Klub Pecinta Hewan juga tak bisa diabaikan. Bihoon--yang tak pernah lepas dari PSPnya mengingatkanku pada Kyuhyun, Shinra--yang namanya mengingatkanku pada komik CMB, dan Dongjun, masing-masing memiliki karakter yang kuat. Friendship mereka begitu kental dan kocak. Aku jadi teringat film 3 Idiots saat baca bagian keempat orang ini berkumpul. Terus saat belajar bersama di rumah masing-masing secara bergiliran dan saat ketiga makhluk koplak ini berusaha menyembuhkan phobia yang diidap Jaehye atau melaksanakan misi menguak rahasia Hyemi-mendiang Jaehye.

Jangan takut kau akan bosan membacanya. Meski kisahnya ada bagian yang mengharu biru tapi nggak menye-menye malahan ini termasuk novel komedi yang nampol. Penulisan yang memakai sudut pandang Jaehye yang nyengit--sarkastis--kadang bikin ingin nampol sandal. Cuma sayangnya endingnya aku merasa ada yang kurang. Belum tuntas. Sebegitu kerasnya Jaehye selama ini berjuang untuk Hyemi masa hanya berakhir dengan melihat Hyemi si muka jutek nan angker tersenyum. Itu doang? Jadian dong... #ditoyorArbie

"Warna merahnya mencolok-colok mataku."

Kalimat yang selalu kuingat. Karena sering geli membayangkan orang yang jijik bin takut pada warna merah terpaksa selalu melihat warna merah--karena Hyemi.

Rating 3,5 bintang dari 5 bintang

Sabtu, 27 Juni 2015

[Review] GANTENG-GANTENG GENTAYANGAN




Penulis : Ayra
Penerbit : Ragam Media
Halaman : 220
Segmen : Remaja
Terbit : 2014
ISBN. : 978-979-911-508-9
Sinopsis :

"Tutup pintunya!"
Hampir gue kena serangan jantung mendengar perintah Micky yang tegas itu. Jelas perintah itu ditujukan buat gue karena nggak ada makhluk lain di sini. Gue menelan ludah, apa dia tahu kalau gue bisa melihat dia?

“Kenapa bengong? Gue tahu elo bisa dengar, bahkan melihat gue! Lebih baik elo tutup pintunya karena gue mau bicara panjang lebar sama elo. Gue rasa, elo pasti nggak mau teman elo di kamar sebelah ngira elo sinting karena bicara sendiri. Kamar ini kedap suara, asal elo menutup rapat pintu dan jendela.”

Namanya Micky. Matinya (katanya) karena bunuh diri, tapi dia sendiri nggak inget gimana persisnya. Pernah punya pengalaman dikhianati sahabat dan ditolak penerbit berkali-kali. Meski statusnya adalah hantu, semangatnya masih
manusia banget. Dia bersikukuh nggak akan pernah berhenti menulis sembari berusaha menuntut haknya.

Namanya Ayra. Karena sahabatnya, Risna, tergiur harga murah, dia jadi harus tinggal di sebuah rumah kontrakan yang di dalamnya berseliweran makhluk halus. Sejauh ini dia masih jomblo dan harus menguatkan iman karena tinggal sekamar dengan hantu terganteng yang seumur-umur baru ditemuinya.

Di satu sisi, keduanya hobi adu mulut. Di sisi lain, keduanya sama-sama mencari tahu penyebab kematian Micky yang masih jadi misteri….

***

Pertama, entah mengapa sewaktu saya membaca cerita di dalamnya. Rasanya tidak asing dengan cerita hantu gentayangan dan seorang 'mediator' (sebutan untuk orang yang bisa melihat hantu dan bersedia membantu hantu itu--yah, julukan ini saya dapat dari novel The Mediator series sih, hehehe). Beberapa novel termasuk The Mediator yang saya sebut di atas, juga mengangkat ide yang hampir sama. Seseorang punya indera ke 6--bisa lihat hantu--lalu membantu hantu itu, ada bumbu-bumbu romansa juga yang menyempil di dalamnya. Bisa dikatakan ide ini tidak begitu fresh dan baru. Namun tidak bisa dikatakan menjiplak atau plagiat seperti yang pernah saya dengar dan tuduhkan. Sekali lagi saya bilang, ide dasar ini cukup banyak dan tentu saja pastinya alur cerita lengkapnya berbeda.

Baiklah. Mari saya ceritakan sekilas isi di dalam novel ini...

Diceritakan Ayra dan temannya Risna menempati rumah baru yang mereka sewa secara patungan. Disitu, Ayra yang memiliki kemampuan melihat makhluk gaib mengerti kenapa biaya sewanya murah, soalnya tempat ini berhantu. Ayra mengalah demi keselamatan Risna, dia memilih tinggal di kamar berhantu sedang Risna aman tentram di kamar tanpa penunggu. Berdiamlah Micky, si hantu gentayangan ganteng di kamar Ayra. Dia tak seperti hantu-hantu kebanyakan dan Ayra cukup diherankan oleh karena hal itu.

Ayra punya cita-cita jadi penulis. Ternyata Micky juga semasa hidup memiliki mimpi yang sama tapi tak bisa berhasil menerbitkan novel hingga akhir hayat. Di sinilah kedekatan mereka dimulai. Micky menjadi guru privat Ayra. Mengajari bagaimana menulis yang benar, bla-bla-bla sekaligus dia meminjam laptop Arya untuk dirinya sendiri terus menulis. Saya cukup terhibur dengan interaksi mereka yang gemes-gemes lucu. Juga semangat Micky yang walau sudah berwujud hantu tapi punya niat besar untuk terus menulis. Micky itu tipikal tokoh utama yang ketus, pedes, egois tapi diam-diam memperhatikan. Mereka adalah couple yang cocok pokoknya. Interaksi mereka tak membosankan. Berbeda dengan bila Ayra bersama Ardi. Oh, ya. Ardi adalah senior Ayra dan memendam rasa padanya.

Konflik dimulai ketika suatu kebenaran terkuak. Rupanya Ardi dulu adalah teman baik Micky, Ardi jugalah penyebab Micky bunuh diri dan menjadi hantu penasaran seperti sekarang. Ada pertikaian di masa lalu yang belum terselesaikan. Lalu apakah permasalahan itu? Silakan dibaca sendiri.

Ayra menulis novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama dan dengan diksi ringan khas remaja. Komedi-komedi yang disajikan juga bisa menghibur. Hanya saja dibagian les privat Micky yang ketika dia menjelaskan pelajaran menulisnya itu cukup membosankan. Saya merasa baca buku pelajaran tapi bagi yang memang tidak tahu atau kurang tahu bagaimana menulis yang baik dan benar, novel ini rekomended banget. Selain kamu mendapatkan hiburan--bikin senyum-senyum trenyuh--kamu juga bisa belajar dengan Micky sebagai gurumu. Pokoknya novel ini bermanfaat bagi yang suka menulis juga dan bermimpi menjadi novelis.

Sebagai penutup review saya, ada beberapa kalimat-kalimat yang saya sukai dan jadi penggugah semangat. Berikut saya sertakan:

"Secara fisik gue memang mati, tapi otak gue nggak ikut mati untuk berkarya. Memang semasa hidup gue berharap novel gue bisa diterbitkan, tapi setelah gue jadi hantu seperti sekarang yang terpenting bukan itu, tapi bagaimana cara gue nggak menyia-nyiakan bakat yang gue miliki."--Micky; hal 67

"Dasar manusia, mudah kok dibikin rumit."--Micky; hal 72

"Manusia cenderung mendahulukan pandangan subjektif dibanding mengedepankan sisi objektifnya."--Ayra; hal 114

Kamis, 04 Juni 2015

[Review] Meraihmu




Abaikan dua pasang mata bersorot galak ini yak?
pacman emotikon


MERAIHMU
Penulis : Arbie Sheena
Penerbit : Zettu
Halaman : 256
Terbit : 2013
ISBN : 978-6027-999381
Sinopsis :

Engkau hadir bukanlah pada saat yang tepat, bahkan aku menganggapmu tiada. Dan waktu pun membawaku pada satu rasa. Rasa nyaman dan aku anggap ini cinta. Namun rasa ini belum sempurna atau mungkin tidak akan pernah sempurna.

Akupun kehilangan jejakmu, mungkin kau begitu dekat tapi tak mungkin aku meraihmu. Hingga waktu jualah kembali mempertemukan kita. Kita saling memegang tangan dengan erat, saling berpelukan seolah tak ingin berpisah lagi.

Yang berlalu sejatinya tidak akan sama dengan saat ini, ada banyak bagian-bagian kehidupanmu yang aku terlewatkan, ada begitu banyak maaf yang harus diucapkan, merelakan sepenuhnya dan biarkan cinta meraihmu.

***

Pertama-tama, jangan tertipu oleh blurp-nya. Dibaca kok rasanya bakal ngeromens galau tapi aslinya tidak lho. Bisa dibilang novel life school ini bergenre romance comedy. Sedikit kritik dan masukan untuk Zettu supaya memberikan blurp dan cover yang sesuai dengan isinya. *Maaf

Kisah tentang Jien si anak Kepala Sekolah yang tomboy, trouble maker dan bahkan berani mengerjai guru. Nggak takut nama baik bapaknya buruk, dia sering berulah di sekolah. Mentang-mentang Pak KepSek kaya, apapun kerugian yang disebabkan dari ulah Jien, dia menggantinya dengan uang. Tak ubahnya dengan Jien yang juga menjunjung asas 'The Power of Money'.

Kisah dimulai dengan konflik Jien dengan siswa teladan bernama Dira. Tragedi si kalajengking Pio-pio peliharaan Jien yang masuk ke celana Dira dan membuatnya harus menerima aib seumur hidupnya, membuat Dira dan Jien selalu berseteru dan saling mengerjai hingga akhirnya Dira harus takluk karena dia kalah di pertandingan basket satu lawan satu dengan Jien. Terpaksalah dia menjadi pengikut Jien.

Lalu konflik utama dimulai dengan muncullah guru baru di sekolah Jien. Seperti halnya dia memperlakukan guru lain dengan semena-mena hingga sudah banyak yang keluar, Pak Rayi pun diperlakukan demikian buruk juga. Tapi Guru itu memilik trik tersendiri dan kesabaran ekstra untuk menghadapi Jien. Melihat bahwa sang guru ini cukup memiliki dampak positif pada Jien, Pak Kepsek pun menjadikan Pak Rayi sebagai guru les privat Jien. Disitulah cinta bersemi dan berakhir tragis. Tidak happy ending--tapi tak terlalu bikin nyesek. Dan nasib Dira dalam cerita ini, menjadi sahabat Jien pada akhirnya.

Arbie menuliskan dengan menggunakan PoV 3 dan dengan bahasa yang ringan dan ngocol membuatku senyum-senyum tapi nasib tragis kisah Rayi-Jien bikin pengen ngemut jempol! Sebelas-dua belas saat nonton filmnya Shahrukh khan, Veer Zara. Kenapa aku bandingkan dengan film ini? Ketidakbersatuan dua insan itu dikarenakan si Papa over cinta pada anak dan jatuhnya jahat lalu tega banget bohong pada Jien maupun Rayi. Jadi pengen menggal Pak Kepsek. Hampir mirip dengan film ini yang sama-sama tidak tahu karena dibohongi pihak ketiga.

3 bintang dari 5 bintang untuk MERAIHMU.

[Review] Lamitta





LAMITTA
(Kumpulan Cerpen)
Penulis: Endah Wahyuni, dkk
Penerbit: Divapress
Halaman: 344
Terbit: Desember 2012
ISBN: 978-602-7640-69-6
Sinopsis:
-
Tidak ada. Karena tulisan di backcover hanya ada banyak endorsemen. Tak hanya itu, saat membuka halaman-halaman awal pun ada begitu banyak endorsemen.

Ini kumpulan cerpen hasil dari lomba cerpen yang diadakan Divapress. Ada 30 cerpen di dalamnya dan aku males banget bahas satu-satu cerpennya. Jadi aku bahas cerpen jawara yang dijadikan judul cover saja ya?

Pertama-tama, don't jugde a nook from the cover. Walau covernya nggak menarik--pakai banget--tapi coba deh baca. Pasti kamu akan terharu dengan cerita yang penulis-penulis ini tulis. Cukup variatif isinya. Nggak melulu soal cinta, ada kisah keluarga, bersetting di negara konflik, bahkan aku menemukan cerpen surealis di sini.

Mari bahas Lamitta karya Endah Wahyuni. Bersetting di Lebanon. Di daerah perbatasan dekat Israel. Adapun para tentara UNIFIL yang diutus PBB sudah selesai masa tugasnya. Salah satu tentara dari Kontingen Garuda merasa berat untuk pergi lantaran dia jatuh cinta pada seorang gadis penggembala bernama Lamitta. Mereka saling mengenal semenjak sang tentara menyelamatkan domba-domba Lamitta yang hampir saja melewat blue line--perbatasan Israel. Hubungan mereka cukup unik. Lamitta yang tak bisa berbahasa Inggris aedang sang tentara tak bisa berbahasa Arab. Mereka tak pernah mengobrol, hanya duduk bersama sambil melihat sekeliling atau memgawasi ternak tapi chemistry kedua terasa sekali. Perpisahan tinggal di depan mata. Sang tentara memberikan kenang-kenangan sebelum pergi pada Lamitta yakni peta Indonesia dan di kota Surabaya dia melingkarinya dengan tinta merah lalu membubuhkan alamat lengkap dan emailnya. Empat tahun berlalu tanpa sang tentara Indonesia ini mendapatkan email dari Lamitta tapi suatu saat ada email masuk dan endingnya gantung. Dia dilema antara bahagia Lamitta ada di Indonesia dan sedih karena kini dia sudah menikah.

[Review] WHY?




Maaf kalau ada penampakan nyempil.
Maaf juga kalo kesannya narsis bener review novel sendiri.
pacman emotikon

Ini bisa dibilang review dikit curhat banyak kok.


WHY
Penulis : Cuncun
Penerbit : Zettu
Halaman : 286
Sinopsis :

"Memangnya apa itu cinta? Sebegitu rumitkah cinta? Seperti apa rasanya? Kenapa aku selalu melihat cinta hanyalah sebuah bencana?"

"Apa pun yang kurasakan dulu padanya yang terpenting adalah hari sekarang bukan? Aku mencintaimu. Yakinlah Lalu bersikaplah seolah kau adalah pemilikku. Halaulah siapa pun yang berusaha mendekatiku. Kau mengerti?"

Aku ingin terbangun dan terjaga tanpa mengingat masa lalumu, tanpa mengingat semua lara hidupku. Aku ingin mencintaimu dengan rasa yang tulus, ingin bisa memilikimu tanpa harus merasa takut semua getir itu akan terulang kembali. Yakinkan aku bahwa kaupun inginkan hal yang sama, tanpa aku harus bertanya lagi, kenapa?

***


Untuk kedua kalinya aku merasa yang bikin blurp novelku kesambet. Kenapa? Ya masa, 2 novelku blurp nya ngaco semua? Blurp sama cerita utamanya ga nyambung. Semoga yang ketiga nggak ngaco lagi. (Amin!)

Mengisahkan tentang Yukio Akanishi, gadis Jepang yang berkuliah di Taiwan. Kenapa milih tempat kuliah sejauh itu? Ada alasan khusus yakni, hubungan dengan sang ayah nggak bagus dan Yukio nggak suka hidupnya dikendalikan sang ayah lalu yang utama Taiwan adalah kota di mana sang ibu kecelakaan hingga meninggal. Kenapa ibunya jauh-jauh ke Taiwan dan hanya mengajak dia saat masih kecil, itu masih menjadi misteri yang tak Yukio ketahui.

Ketenangannya di Taiwan terusik sejak dia bertemu dua laki-laki, Kim Jaejoong dan Kevin Wu. Perlahan, berkat dua orang ini dan sang kakak beda ibu, Jin Akanishi, Yukio menjadi tahu rahasia keluarganya dan latar belakang yang membuat ibunya jauh-jauh ke Taiwan hingga akhirnya kecelakaan.

Sangat tidak puas dengan novel ini, karena naskah aslinya ada sekitar 250an halaman dan terpangkas menjadi 140an halaman lalu dibukukan. Sehingga pastilah detail cerita terpotong banyak. Aku ngerti sih, kalo nggak dipangkas bukunya bisa mencapai 400-500 halaman kalau sudah dicetak. Tapi sedihnya ada momen-momen favorit Yukio-Jae, Kevin-Yukio yang tidak ada di buku. #mewek

Untuk isi alias layout, aku suka. Covernya juga merah marun, warna favoritku banget setelah hitam (aku bercita-cita kelak punya cover novel hitam). Tapi... typo-nya ampun-ampunan. Kalau typo salahkan penulisnya. :'v

Dari 2 novelku yang sudah terbit aku dapat pelajaran penting bahwa self editing itu penting. DAN...jangan pernah lupa sertakan data diri dalam bentuk narasi karena kalau nggak, data diri lengkap (sangat lengkap bo~) bakal nongol di halaman belakang. Alhasil, bakal kena misscall atau sms dari banyak nomor tak dikenal. Untung nggak dikirimi paket tikus mati atau surat protes saking jeleknya itu novel. :'v
Pokoknya gara-gara kelalaian ini identitas yang harusnya rahasia, khalayak ramai jadi tahu dah. Padahal aku kan mau rahasiain nama asli."

Sekian terima sawer.