Tampilkan postingan dengan label Uneg-uneg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uneg-uneg. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 September 2013

Pengalaman ke Perputakaan




Yak! Ke Perpustakaan? Dengan bangga aku aku akan bilang, sejak aku sekolah aku hobi banget ke perpustakaan. Dulu jaman SD aku suka minjem buku-buku bacaan yaitu majalah Bobo dan buku cerita anak lainnya di Perpustakaan Sekolah ataupun Perpustakaan Bimbel. Terus semasa SMP aku mulai kenal yang namanya Perpustakaan Wilayah dan penasaran pengen bikin kartu anggotanya sampai sekarang aku rutin ke PErWil. Selain itu hobi bacaku bikin aku nggak cuma ke Perpus, tapi juga rental komik dan novel. Pokoknya kalau nggak baca, itu rasanya ada yang kurang. Tapi nggak termasuk penggemar bacaan buku-buku pelajaran. Hehehe~ Selain itu profesiku juga mengharuskan aku banyak baca. apa ada guru PAUD yang nggak tahu soal dongeng atau cerita anak-anak? Nggak jadi guru kreatif dong? Pokoknya ke perpus itu selain irit juga asyik kok.

Menurutku perpustakaan sekolah ataupun di perpustakaan wilayah kurang komplit ya bukunya. Rata-rata koleksinya lama semua jadi kalau pengen up to date sama buku-buku (khususnya novel) aku larinya ke rental atau beli sendiri novelnya.

Harapanku sih, perpustakaan di Indonesia selalu up date sama buku-buku. Jadi kalau orang-orang yang berkocek minim tapi pengen menggali ilmu atau dapet hiburan ya larinya ke perpus. Masih banyak orang-orang yang nggak hobi ke perpus. Malah beberapa murid lesku kalau ditanya letak PerWil itu di mana pada nggak tau. Astagah!!! Padahal deket banget dengan rumahnya.

(tulisan ini diikutkan dalam Libary Giveaway di http://luckty.wordpress.com/2013/09/14/library-giveaway/)

Senin, 01 Juli 2013

Impian Masa Kecil dan Sekarang

Semasa kecil banyak impian yang kuingini. Melihat bu guru yang baik, aku langsung ingin jadi guru. Melihat betapa lucu atau kerennya sebuah tokoh di salah satu tayangan Televisi aku langsung ingin menjadi sepertinya. Dan masih banyak lagi contohnya. Yang paling membekas dan berhasil bikin senyum-senyum adalah cita-citaku menjadi Power Rangers sang Pembela kebenaran. Dulu aku dan adikku yang usianya cuma kepaut 2 tahun sangat suka menonton serial itu. Melihat awan-awan di langit langsung bilang, "Itu robotku!" Sampai-sampai pernah kebawa mimpi. Di mimpi itu aku menjadi Ranger Merah--yang notabene adalah ketua dari semua ranger. Sampai sekarang aku penggila warna merah mungkin karena itu kali ya?

Beranjak dewasa, aku sengaja masuk ke SMK jurusan Akuntansi karena aku melihat para pekerja kantoran itu kok sepertinya keren dan menjanjikan. Tidak bekerja kasar, hanya duduk di belakang meja dan sepanjang hari menghadap komputer. Dulu komputer adalah barang mewah bagiku. Hal yang jarang kulihat atau pun kupegang. Jaman SMP, 1 komputer dipakai untuk 2-3 orang dan aku yang sering disingkirkan dan cuma bisa memandangi komputer itu tanpa mengoperasikannya. Dulu aku sangat pendiam dan hanya punya 1 teman akrab makanya aku tak berani protes ketika komputer itu dimonopoli mereka.

Akhirnya segala impian itu tak terwujud. Bahkan mimpi menjadi guru pun tak terwujud sepenuhnya. Tapi tak apalah. Mungkin ini sudah digariskan. Bukankah Tentor atau Guru PAUD sukarelawan itu juga bisa disebut guru atau pendidik?

Nah, dan sekarang aku bermimpi menjadi seorang penulis Best Seller. Aku berusaha setiap hari menulis dengan baik--walau tetap saja aku menganggap tlisanku belum bagus benar. Dan Puji Tuhan, novel pertamaku segera terbit di bulan ini.

"Diikutsertakan dalam Giveaway Tuppy, Buku dan Bipang di www.argalitha.blogspot.com"

Rabu, 12 Juni 2013

My Lovely Samsul


Semua orang pasti punya Hempon(Handphone-red), dong? Nah, saya mau cerita tentang my Samsul(Samsung-red). Hempon yang paling kucinta. bukan karena kecanggihannya yang maha dahsyat atau pun keelokan parasnya tapi aku mencintainya karena dia yang selalu menemaniku sejak jaman aku masih unyu-unyu sampai sekarang--yang tentunya juga masih unyu.

Hempon warna item merah ini (itu warna kesukaan-ku! >_< #promosi) kubeli semasa aku masih nggak punya apa-apa. Masa-masa segalanya masih susah, aku masih kuliah dan belum bekerja (ya-iyalah!). Aku tak pernah punya hempon sebelumnya. Sewaktu di Asrama, seringnya untuk ngabarin orang rumah, aku suka nebeng minta SMS ke temen sekamar atau numpang nelpon wartel terdekat. Terus timbullah cita-cita pengen punya Hempon. Nabunglah aku sangat-sangat ketat. Untung di Asrama segalanya dapat dari sana (kecuali alat mandi, baju, sabun cuci, dan perlengkapan pribadi lainnya), jadi nggak perlu pusing mikir apa yang mau dimakan nanti. Lima bulan berlalu dengan lambat. Tabunganku sudah cukup banyak buat beli Hempon. begitu liburan dimulai dan aku pulang ke Semarang, dapatlah aku Hempon item merah berkamera 2 MP (jaman dulu masih wah lho Hempon kayak gitu) yang suka kupanggil Samsul--karena nggak boleh nyebut merek. Setelah enam tahunan berlalu, si Samsul masih aku pakai lho... Yah... Walau pun keypad-nya sudah pada rontok, mike-nya sudah soak jadi nggak bisa buat nelpon dan kalau ada yang SMS suka nyampenya telat atau nggak nyampe sama sekali, tapi aku tetap setia memakainya. Aku cinta Samsulku. Meski yang baru sudah kubeli bahkan jauh lebih canggih tapi kalau SMS-an aku masih pakai my Samsul. akan terus kupakai sampai ini Hempon bener-bener ko'it.[ ]

~o0o~

P.S : siapa pun yang baca tolong bantu saya. Masa nggak bisa ngenter sih. T^T

"Diikutsertakan dalam even Giveaway Wedges, Kaos dan Buku di www.argalitha.blogspot.com

Kamis, 06 Juni 2013

Digital Love [Bukan Hanya Lewat Kata]



Siapa bilang bahasa membatasi kita dalam sebuah jalinan pertemanan? Asal kau bisa cerdik dalam menyikapi keterbatasan maka kau bisa menemukan banyak cara untuk menjebol dinding keterbatasan.

Hal itu terjadi padaku dan padanya, seorang pria yang tinggal di belahan dunia lain bernama Shan. Dia berasal dari Srilangka namun tinggal di London untuk suatu pekerjaan. Kami berkenalan sejak tahun 2009, entah dari mana dia bisa menambahkan pertemanan di akun Facebook-ku dan dulu karena jumlah teman Facebook-ku masih sangat sedikit maka aku mengkonfirmasi permintaan pertemanan darinya tanpa melihat profil dia dari mana.

Waktu berlalu... dan dulu—sampai sekarang juga sih—aku sering online di malam hari—sampai sekarang aku masih sering insomnia. Larut malam dia suka menuliskan pesan di chatroom akan tetapi aku yang tak terlalu fasih berbahasa Inggris hanya menjawab sebisaku. Aku juga tak bisa mengandalkan Google Translate karena dulu aku belum tahu bahwa aplikasi itu ada.

Dia suka bercerita banyak hal. Tentang pekerjaannya, keluarganya dan terkadang mengajariku bahasa Maralayam, bahasa yang sering dipakai oleh orang-orang di daerah asalnya. Begitu pula denganku. Aku kadang menuliskan bahasa Indonesia dan mengimbuhkan juga artinya dalam bahasa Inggris. Meskipun begitu aku masih merasa tak bisa leluasa dan ekspresif dalam mengungkapkan apa yang ingin kukatakan kepadanya karena keterbatasan kemampuanku. Memang aku lumayan mengerti akan apa yang dia ceritakan namun untuk menjawab, aish! Aku tak fasih.

Suatu ketika aku mempunyai hobi baru setelah membeli sebuah Handphone berkamera—terus terang saja dulu aku tak memiliki Handphone. Hobiku adalah selalu memotret tempat-tempat atau apa pun objek yang menarik perhatianku lalu ku-posting ke akun Facebook-ku. Di situlah dimulai interaksi kami dengan cara lain. Lewat foto-foto itu aku bisa mengungkap segala yang ingin orang lain tahu tanpa kuharus berbicara. Gambar adalah media universal yang bisa dimengerti manusia entah di mana pun dia tinggal. Begitu pula dengan Shan. Dia sering mengkomentari apa yang ku-posting dan memberikan tag foto juga padaku. Foto-foto tentang lokasi di mana dia bekerja, tempatnya tinggalnya atau foto aktifitasnya di sana. Foto yang lucu dan ekspresif itu sungguh menghibur dan menarik untuk dilihat. Terlebih lagi batasan bahasa yang kupunya yang karenanya tak bisa membuatku bertanya banyak hal tentangnya kini terkikis lewat foto. Foto-foto yang dia buat membuatku mengenal banyak hal tentangnya. Aku menyukainya. Dan kini... aku merindukannya.

Sejak beberapa bulan lalu tepatnya sekitar November 2012, aku tak lagi menangkap penampakan dirinya di aku Facebook. Seperti angin dia menghilang. Sampai sekarang pun setiap kutengok akunnya dia tak pernah mem-posting ¬apapun lagi. Padahal selama 3 tahunan aku berhubungan dengannya tak pernah sekalipun dia absen muncul di jejaring sosial terpopuler itu. Meski hanya sekali posting atau menyapa ‘hai’ pokoknya dia pasti muncul. Tapi sekarang sudah sekian bulan berlalu tak kulihat lagi sosoknya dan foto-foto menarik darinya.

Kenapa dia tiba-tiba menghilang? Ada sesuatu yang terjadi kah? Jawaban itu sepertinya hanya Tuhan dan dirinya sendiri yang tahu.

Minggu, 22 Mei 2011

"CINTA"

Ok! Selama ini aku merasa "cinta" yang sebenarnya belum hinggap padaku. Cinta yang kumaksud itu Eros ya, kalau Agape pastilah Tuhan kasih.
Aku merasa apa ada "cinta sejati"? Sampai seumuran begini saja pergaulanku begitu sempit apalagi harus menemukan "someone special".
Soal sebutan. Aku sering menyebut "suka" dan rasanya lidah ini merasa aneh jika mengucapkan kata "cinta". Kenapa ya? Apa karena aku kurang percaya pada "cinta" atau karena aku belum pernah merasakannya? Sehingga membuatku tidak terbiasa dengan kata itu.

Senin, 02 Mei 2011

Mana yg kau cinta? dia atau Dia?

Apa itu "Freak"? Apa itu "Maniac"? Julukan itu hanya ditujukan bagi orang-orang yang berlebihan menyukai sesuatu. Sebenarnya menurutku menyukai, mengidolakan, bahkan menggilai sesuatu tidaklah salah. Malah sah-sah saja, namun apa yang terjadi jika Dia cemburu? Kita lebih mencintai sesuatu itu daripada Dia yang memberi kita hidup.

Sukailah apa yang kau sukai, namun jangan sampai memberikan cintamu yang seharusnya untuk Tuhan. Jika Tuhan adalah pencemburu, Dia bisa saja mengambil apa yang kau cinta supaya kau kembali padanya.

#nasehatuntukdirisendiri

Selasa, 01 Maret 2011

HAPE kyu!!! Oh, NO!!!

\('o')/ woy!!! Aq gerah banget gara-gara temen deketku yg slalu kupencet-pencet buat smsan, pesbukan, ngeblog en de el el lage error nih! Kesel deh! Mo mosting banyak-banyak pasti mendadak mati ndiri.. Kalau begini bagaimana uneg-unegku isa tersalurkan!!! Masa kudu nulis kayak sms? Padat! Singkat! Jelas!
sebeh dech ih, padahal aku pake hape buat mosting tu biar aku ga kewarnet ok. Biar ngirit critanya.. E.. Malah jadinya bikin kakuati!
seandainya komputerku nggak rusak. Pasti uda kupasang modem dari dulu biar bebas berekspresi en mendapatkan banyak ilmu.. Komputer butut yg hobinya rusak mulu, jgn rusak donk. Wahai tukang serpis kalo nyerpis yg bener donk! Sebel dech ih..

Kamis, 17 Juni 2010

Tetap

Dilema didalam hati dan pikiran susah untuk diurai.
aq bngung harus menganut siapa. Pikiranqkah? Atau hatikukah?
aq memang pengecut sperti siput, selalu berwajah kecut.
takut melangkah maju menghadapi perubahan.. Diam, staknan tak ada perubahan!
saat yg lain sudah jauh didepan, yg dibelakangku tak sabar & menyalip. Aq? Maju 1 langkah mundur brlangkah2. Oh God help me!!!

Senin, 29 Maret 2010

Dilema

Tatkala dhati timbul kegundahan, kenapa tak seorangpun mendekat & memberikan bantuan!
aq slalu mrasa hdupq sendirian, kalaupun ada seseorang mendekat. Dy tak bisa membantuq menghilangkan rasa sepiq.
kalaupun ada org yg dtang & membuat rasa sepi itu hilang, ada bnyak pikiran & omongan untuk tak menerimany menemaniq dlm rasa itu.
aq bngung harus bgaimana mnyikapi ini smua. Aq tak mengira bhwa menjalani hdup trnyata sulit jg!

Senin, 08 Februari 2010

Datang

Aku lemah terbuai embun! Cahaya itu temaram menyinari kekalutan hati. Siapa itu? Siapa orang yg berani masuk tanpa ijin?!
Membuatku bimbang dengan prinsipku sendiri.
Aku berjalan melarikan diri. Dengan pikiran logis, ku tepis suara hatiku yg mengatakan untuk membiarkannya masuk & menyinariku dengan lilin temaram. Aku tetap saja akan menolaknya.
Semoga pikirankulah yg menang & hatiku? Enyahlah kau jauh-jauh karena aku tak perlu cinta..

Rabu, 23 Desember 2009

Ekspresi

Stiap ekspresi banyak makna..
akankah aq bisa berekspresi begitu bebas? Tidak! Tidak ada tempat untukku menaruh kata. Tak ada apapun untukku berbagi. Aku haus akan kerinduan untuk berkata-kata.. Lapar akan sbuah kerelaan hidup untuk merasa bebas! Aq lelah dalam kpura-puraan, aq ingin terbang. Walau jd kumbang yg kecilpun tak apa.. Jd makluk tak dianggappun tak apa! Asal aq bisa terbang kmanapun & dimanapun. Asal ada cinta & ekspresi!