Kamis, 31 Desember 2015

[Wrap Up Post] Read Big Challenge


Finally, Read Big Challenge telah berakhir. Cukup senang mengikuti challenge yang diadakan oleh Alvina lewat Challenge ini. Kenapa? Sejak ikutan, aku malah terobsesi ngumpulin novel-novel bantal. Dari yang awal Januari cuma punya 2-3 novel yang jumlah halamannya >500, kini malah sudah ada puluhan. #ngakak Yah, walau pada akhirnya nasib mereka malah jadi timbunan coz nggak sempat ngejar waktu buat baca. :'( Berharap semoga tahun 2016 diadakan lagi Read Big Challenge. Hehehe~

Baiklah! Berikut buku-buku bantal yang sudah berhasil aku taklukkan :
  1. Supernova #4: Partikel by Dee - 508 hal
  2. Halo by Alexandra Adornetto - 568 hal
  3. Hades by Alexandra Adornetto - 544 hal
  4. Dongeng ke Tiga Belas by Diane Setterfield - 608 hal
  5. Divergent by Veronica Roth - 544 hal
  6. Vampire Flower #1 by Shin Ji Eun - 518 hal
  7. The Bartimaeus Trilogy #1: The Amulet of Samarkand by Jonathan Stroud - 512 hal
  8. The Bartimaeus Trilogy #2: The Golem's Eye by Jonathan Stroud - 624 hal
  9. Insurgent by Veronica Roth - 551 hal
  10. Heroes of Olympus #1: The Lost Hero by Rick Riordan - 600 hal
  11. Supernova #5: Gelombang (Repackage) by Dee - 572 hal
  12. The Heroes of Olympus #3: The Mark of Athena  by Rick Riordan - 616 hal
  13. The Heroes of Olympus #4: The House of Hades by Rick Riordan - 640 hal
  14. The Heroes of Olympus #5: The Blood of Olympus by Rick Riordan - 528 hal

Kelas yang dipertandingkan:
  • Featherweight / Kelas Bulu: membaca 1 - 4 buku
  • Middleweight / Kelas Menengah: membaca 5 - 8 buku
  • Heavyweight / Kelas Berat: membaca > 8 buku
Selain kelas-kelas utama tersebut, ada pula Kelas Khusus:
Incredible Bulk: membaca minimal 1 (satu) buku dengan jumlah tebarconffeti

Berarti aku masuk kelas... HEAVYWEIGHT!!! YEAY!!! XD #tebarconffeti

Okay score yang aku dapat sebagai berikut:
Buku bantal 14 + kelas berat 3 = 17 point

Terakhir, makasih banyak buat Alvina yang sudah mengadakan. Ikutan Reading Challenge tuh selain menaikkan minat baca, juga menaikkan minat review. Aslinya aku paling males kalau disuruh buat review. Apalagi kalau review buku bantal susah buat ingat-ingat bagian-bagian favorit, jadi notes sama pen wajib di dekat kalau lagi baca. :v


Wrap-up YA Reading Challenge 2015


Total review 23 buku.

[Review] CERMIN TAK PERNAH BERTERIAK

Penulis : Ida R. Yulia
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : Oktober 2015
Halaman : 292
ISBN : 978-602-02-6640-5
Sinopsis :
Mama pernah berpesan agar aku selalu menjaga Papa ketika Mama tak ada. Aku tak menyangka aku benar-benar harus melakukannya secepat ini. Dan, serumit ini.

Orang-orang menyangka Papa sosok kuat dan tegar sepeninggal Mama dan adikku. Aku yang ambruk ketika musibah itu terjadi dan Papa yang mengurus segalanya. Tapi, mereka tak tahu betapa rapuhnya Papa di rumah. Papa yang murah senyum pada semua orang berbalik pendiam di kamar, memandang kosong ke arah cermin milik Mama, dan sering berbicara sendiri. Papa yang menyukai gaun Mama, koleksi heels Mama, perhiasaan Mama, kerudung Mama, bahkan mencoba make up Mama. Papa mendadak suka crossdressing, memakai baju perempuan dan berdandan!

Kemudian, pria dari Madrid itu datang mendekati Papa. Seumur hhidup, baru kali ini aku merasa benar-benar akan gila menghadapi tingkah orang dewasa di hadapanku. Jika ada anak yang bisa tetap waras tinggal di rumah ini, akan kuserahkan tempatku pada mereka. Aku tak tahan lagi.

Mama, benarkah aku harus menjaga Papa? Lalu, siapa yang bisa menjagaku agar tak hilang akal menghadapi merrka berdua dan memerangi kesepianku sepeninggal Mama?

--Agasthya Ega Baskoro, 15 tahun, Jogja

***

Cermin itu mengetahui segalanya. Segala hal yang tak tampak di balik permukaannya yang tenang. Aku bodoh karena tertipu pantulan dari sana.
--hal. 13

Mengisahkan tentang Ega, siswa SMA yang polos dan ada sifat kekanakan juga sang ayah, Baskoro yang mengalami dilema sepeninggal istri dan anak perempuannya. Novel ini menarik, karena jarang ada yang berani mengangkat tentang LGBT, apalagi ini rate remaja. Soalnya sebelum ini, aku cuma nemu novel yang mengangkat LGBT itu novel dewasa minimal young adult. Di awali dengan peristiwa kecelakaan Alia dan putrinya tepat di hari ulang tahun Ega. Baskoro yang sedang bekerja tak bisa langsung ke rumah sakit. Makanya yang duluan ke sana adalah Ega dan dengan beraninya pemuda ini melihat jenazah keluarganya yang belum dibersihkan. Aku tak bisa membayangkan rasanya seperti apa. Wajar bila sejak itu Ega jadi trauma sampai tidak doyan makan dan susah tidur karena terbayang terus kondisi Mama dan adiknya.

Masalah sebenarnya muncul selang beberapa saat. Baskoro kembali dihubungi sosok dari masa lalunya yang sudah lama lost contact. Ada hubungan tak wajar di masa lalu Baskoro dengan Jonathan yang mati-matian dia sembunyikan dari siapapun.

Banyak flashback di sini, tentang masa lalu Baskoro dengan Jonathan. Makin dalam kubaca, makin aku merasa perasaan Baskoro kepada Alia itu bukan murni cinta tapi lebih ke kagum, terobsesi... ah, apa ya? Intinya Baskoro melihat Alia adalah wanita sempurna dan keinginan terdalamnya--mungkin--ingin seperti Alia. Lalu dengan Jonathan dia juga sayang tapi dia sadar bahwa ini adalah perasaan yang salah. Dan keterpurukan kehilangan Alia membuat Baskoro perlahan mulai menerima Jonathan kembali secara diam-diam tanpa sepengetahuan Ega. Tapi hubungan mereka tak segampang itu.

Dalam novel ini memakai 2 sudut pandang, pov. 3 dan pov. 1 milik Baskoro. Walaupun begitu, peran Ega dalam novel ini juga sama kuatnya dengan Baskoro. Pemuda ini mengalami banyak hal dan dia menyikapinya dengan wajar. Maksudnya terasa real gitu. Kan ada kutemui--banyak malah--usia sang tokoh masih remaja tapi karakternya dewasa yang berlebihan jadi tidak terasa wajar. Ega lain. Aku suka cara miss Ida menuliskan karakter Ega, yang ada sisi kekanakannya membuat gemas pembaca tapi dia juga memiliki sisi yang kuat dalam menyikapi masalah yang sedang dialami. Di novel ini walaupun pov. 1 nya Baskoro namun aku merasa karakter Egalah yang paling membekas saat aku tutup buku selesai baca. Masalahnya kenapa blurp nya pakai sudut pandang Ega sedangkan di dalam novelnya tidak ada sudut pandang dia.

Terakhir, amanat yang dapat diambil adalah ada hikmah dari segala peristiwa. Kadang apa yang diingin tidak melulu bisa didapat. Kehidupan selalu memiliki pilihan yang harus diambil. Seperti Baskoro, di masa lalu dia memilih bersama Alia, di masa kini dia juga harus memilih antara Ega atau Jonathan sosok yang lumayan bisa mengobati rasa kehilangannya atas Alia. Intinya hidup itu pilihan.

4 bintang dari 5 bintang. Meski bagian akhir-akhir alurnya terasa kecepetan dan terburu-buru tapi aku tetap bisa menikmati tiap lembar novel ini. Good job buat miss Ida.

[Review] THE MARK OF ATHENA



THE HOUSE OF OLYMPUS #3: THE MARK OF ATHENA
Penulis                 : Rick Riordan
Penerjemah       : Reni Indardini
Penerbit              : Mizan Fantasi
Terbit                    : Oktober 2012
Halaman              : 616
ISBN                      : 978-979433-740-0
Sinopsis               :
Ikuti Tanda Athena
Balaskan dendamku

Rencana Annabeth menjemput Percy dengan damai ternyata gagal dilakukan. Leo mengacau membuat perkemahan Jupiter memburunya. Namun, misi Ramalan Tujuh harus tetap dilaksanakan. Diabayngi kejaran para mata-mata dan pasukan demigod Roma, Percy, Frank, Hazel, Jason, Piper, Leo dan Annabeth tetap berusaha mencegah rencana jahat Gaea, berlayar menuju negeri kuno di Roma.

Dalam perjalanan penuh tantangan itu, Annabeth yang baru saja merasakan sedikit kebahagiaan setelah bertemu Percy, menyimpan kegalauan. Titah sang Ibu, Athena, untuk mengikuti Tanda Athena dan menghancurkan Roma terus membebaninya. Haruskah dia mengkhianati Percy dan teman-teman Roma barunya demi mengikuti Tanda Athena?

Bersama empat narator, Mark of Athena akan membawa kita ke dalam petualangan melintasi angkasa dan samudra yang penuh jebakan dan terror mengerikan.
***
Aku pikir, setelah membaca The Lost Hero dan langsung lompat membaca HoO #3 ini akan terasa ganjil. Pasalnya kisah sebelum ini tidak aku ketahui seperti apa. Rupanya tanpa membaca Son of Neptune dan langsung membaca ini tak terlalu terasa ada janggal—meskipun kuakui aku lumayan penasaran soal kisah Percy, Frank dan Hazel di Alaska.

Argo II selesai dibuat—aku jadi ingat kisah tiga sekawan Leo, Jason dan Piper di buku Demigod Diaries, lumayan wajib juga buku itu dibaca soalnya beberapa kali kisah disitu disinggung di novel ini. Team Annabeth dari Perkemahan Blasteran menyambangi Roma Baru bermaksud menjemput Percy. Awalnya kedatangan mereka diterima meski ada yang tak suka kedatangan demigod Yunani, tapi tak terlalu mengkhawatirkan. Percy jadi Praetor seolah menggantikan Jason, terlihat sekali dia diterima oleh Perkemahan Jupiter. Ada Tyson dan anjing neraka milik Percy yang bermain-main dengan Harpy yang bisa meramal, Ella. Annabeth berbincang-bincang dengan Reyna anak dewi Perang Romawi dan Leo yang mengajak Octavian jalan-jalan di Argo II. Lalu selanjutnya tiba-tiba Leo menembak perkemahan dan membuat semua pekemah Romawi marah besar. Mereka pun dikejar-kejar.

Perjalanan berlanjut ke Great Salt Lake. Argo II berhenti disitu karena ada kerusakan pada kapal. Leo perlu perunggu langit, kapur dan lainnya untuk memperbaiki kapal. Di sana Leo dan Hazel bertemu Nemesis, Dewi Pembalasan yang memberikan Leo kue keberuntungan serta beberapa wejangan untuk Leo. Dalam pencarian perunggu langit, dia bertemu Echo dan bekerjasama dengannya serta Hazel untuk ‘menolong’ Narcissus sekaligus membawa perunggu langit yang dipakai Narcissus untuk berkaca mengagumi wajahnya yang amat tampan—tapi saat baca ini rasanya pingin getok Narcissus dan para peri hutan fans-nya. Aku suka sekali dengan Leo yang selalu mengeluarkan humornya bahkan di saat genting sekalipun. Di sini dia bersikap konyol dengan berdandan ala cowok keren—yang tak keren—dan membuat Narcissus berpaling dari perunggu langit karena tak terima Leo mengolok-olok dirinya kalah cakep daripada Leo.

“Kau akan selalu menjadi orang luar, Nemesis memberitahunya. Roda ketujuh. Kau takkan menemukan tempat di antara saudara-saudara seperjuanganmu.”—hal. 81

Gara-gara nasehat itu, Leo jadi kepikiran. Tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya juga sih. 7 orang, tapi ada 3 pasangan manusia yang berpacaran, sedang Leo? Masa sama Pelatih Hedge? Kalau aku ada di posisi Leo, aku bakal merasa seperti dikacangin. Tapi aku lumayan suka kalau Hazel sama Leo bukan sama Frank. Hahaha! Walaupun begitu, dari ketujuh demigod dalam ramalan, Leo salah satu yang paling ambil peran penting dalam kisah di novel ini. Justru aku rasa karakternya Leo terasa lebih kuat ketimbang Percy—yang sampai sekarang aku masih merasa dialah sang tokoh utama karena aku belum bisa move on dari novel Percy Jackson.

Keseruan dalam novel ini bergulir menuju petualangan mereka di Atlanta menemui Dewa Lau Kuno anak Gaea, bermaksud meminta tolong tapi malah Percy dan Frank hampir saja menjadi piaraan koleksi sang Dewa. Bertemunya mereka dengan udangsaurus yang membuat Frank, Leo dan Hazel tenggelam dan diselamatkan oleh kerabat jauh Chiron, membuat ketiganya menjadi makin saling memahami satu sama lain. Tim ini hanya diberi waktu enam hari dan semakin berkurang untuk menyelamatkan Nico di Angelo juga menggagalkan bangunnya Gaea. Lumayan surprise bahwa Nico punya saudara selain Bianca. Sepertinya sih bukan satu ibu—nah, ini juga yang membuatku sangat ingin baca seri sebelumnya, kayaknya part Nico lumayan banyak di sana. Ah, Nico… aku suka bocah ini. Sepertinya dia sayang Percy sampai-sampai dia mengatakan Percy adalah demigod yang paling kuat yang pernah dia lihat. Sweet…!!! Wkwkwkwk!!! Oh iya, sekilas baca ada penyataan Annabeth yang bilang Nico pernah menyukainya tapi Annabeth merasa Nico terlalu muda dan bukan tipenya. Benarkah? Di buku Percy Jackson and the Olympians yang seri ke berapa ya? Aku malah merasa ada ‘sinyal’ dari Nico ke Percy bukan ke Annabeth.

Bertemu berbagai monster dan makhluk mitologi, menjalani misi Hercules supaya bisa masuk Mediterania, mencari patung Athena Parthenos dan menyelamat Nico serta membunuh kembar raksasa dituliskan oleh Rick Riordan dengan begitu asyik, lincah dan mudah dipahami. Tak ada bagian yang membosankan dalam buku ini menjadikan kita tak bisa berhenti saat membacanya. Pokoknya aku suka novel-novel karya Rick. Ya sayangnya itu tadi, banyaknya tokoh utamanya di dalamnya—walaupun di sini di fokusnya ke 4 orang sebagai narasi yaitu Leo, Piper, Percy dan Annabeth—membuat karakter beberapa terasa mirip. Percy dan Jason misalnya. Tak ada kesan menonjol pada 2 orang itu. Beda dengan Leo bahkan Pelatih Hedge, ada karakter yang menonjol yang membuat mereka akan selalu diingat dan menjadi cirri khas mereka.

So, bagaimana dengan kelanjutannya? Apakah Tim 7 ini bisa mengagalkan Gaea bangun dan menemukan Pintu Ajal lalu menutupnya? Karena di akhir Percy dan Annabeth tertimpa musibah yang kupikir mustahil mereka masih hidup—tapi Nico dengan yakin bilang mereka hidup. Terus ke mana lagi mereka akan pergi? Di mana tuh Epirus? Yuk! Kita baca kelanjutannya—sambil terus mencari yang jual Son of Neptune dengan harga murah. Hahaha!

4,5 bintang dari 5 bintang untuk novel ini. Yang lagi-lagi membuatku selesai baca dalam 2 hari saja. Sangat jarang aku bisa selesaikan novel setebal bantal hanya dalam 2 hari.

Minggu, 27 Desember 2015

[Review] THE DEMIGOD DIARIES



Penulis : Rick Riordan
Penerjemah : Reni Indardini
Penerbit : Mizan Fantasi
Terbit : Cetakan IV, April 2014
Halaman : 344
ISBN : 978-979-433-775-2
Sinopsis :
Demigod muda yang budiman,
Takdirmu menanti. Kini, setelah kau mengetahui siapa sejatinya orangtuamu, kau harus mempersiapkan diri untuk masa depan penuh rintangan--bertarung melawan monster, berpetualang ke penjuru dunia, serta menghadapi dewa-dewi Yunani dan Romawi yang temperamental. Sungguh, aku sama sekali tidak iri padamu.
Kuharap buku ini bisa membantumu mempersiapkan diri untuk menyongsong petualanganmu sendiri. Seperti kata Annabeth, pengetahuan adalah senjata. Semoga berhasil, Pembaca Muda. Siapkan baju tempur dan senjatamu. Tetap waspada. Ingatlah, kau tak pernah sendiri!
RICK RIORDAN
Kerani Senior
Perkemahan Blasteran
Long Island, New York
***
Ada 4 cerita di dalam buku ini yaitu:
1. Buku Harian Luke Castellan
2. Percy Jackson dan Tongkat Hermes
3. Leo Valdez dan Misi Menemukan Buford
4. Putra Sihir

Cerita paling akhir dibuat oleh putra Rick Riordan. Isinya tetap mengangkat seorang demigod--yang dulu ada di pihak Kronos--dan juga orang biasa bernama Claymore. Di kisah terakhir kita bisa mengetahui sisi lain penjahat. Maksudnya seseorang berada di pihak yang salah pasti memiliki alasan yang bila kita pikirkan dan bayangkan bila kita ada di posisinya pasti juga akan berlalu demikian.

Cerpen "Putra Sihir" menceritakan tentang seorang Demigod, Alasbaster sang putra dewi Hecate yang mendatangi seminar seorang penulis terkenal, Doktor Claymore. Tanpa dia sadari pertanyaan dan kunjungannya kepada Doktor Claymore justru membuat sang Doktor jatuh ke dalam masalah. Pria ini dikejar-kejar Lamia karena hanya dia yang tahu di mana Alabaster tinggal.

Dilihat dari kata-kata Lamia, sepertinya setting cerpen ini sama dengan setting waktu di novel Lost Hero, diketahui dari Lamia yang menyebut-nyebut ibu bumi dan dia yang dengan cepat pulih, bukannya terbuyarkan dan kembali ke Tartarus, juga Alabaster yang menceritakan kekalahan perang beberapa bulan lalu.

Diksi yang ditulis Haley Riordan beda jauh dengan sang ayah. Lebih baku meski sama-sama asyik dibaca. Oh iya, sebelum bagian cerpen ada semacan kata-kata dari Rick Riordan yang menceritakan tentang cikal bakal novel Percy. Sweet juga rupanya. Kelihatan sekali bahwa sang ayah begitu menyayangi anaknya. Haley mempunyai GPPH dan Disleksia. Inilah yang membuat munculnya ide demigod.

Terus, cerpen favoritku justru cerpen nomor 1, "Buku Harian Luke Castellan". Para pembaca Percy Jackson di novel seri awal pasti membenci Luke. Aku juga. Tapi mulai seri akhir Percy Jackson, aku mulai bersimpati. Pas baca cerpen ini tambahlah rasa kasihanku pada seorang Luke. Ya seperti yang aku bilang di atas. Penjahat memiliki latar belakang kenapa mereka memilih berada di pihak musuh. Soalnya Luke sebenarnya tidak jahat.

Di cerpen ini menceritakan Luke saat masih bersama Talia dan belum menemukan Annabeth. Suatu saat, Talia memutuskan mengikuti kambing milik Zeus dan membuat mereka berdua memasuki jebakan.

Ada anak Apollo yang dikutuk berpuluh tahun terperangkap di dalam rumah dan tak bisa bicara. Justru Leucrota yang bicara memakai suaranya menggantikan dia. Demi kelangsungan hidupnya, Hal selama bertahun-tahun memancing demigod untuk masuk ke rumahnya. Leucrota memakan demigod itu sedang dia menggasak perbekalan mereka untuk dimakan begitu terus sampai dia bertemua Talia dan Luke.

Sebagai anak Apollo, Hal bisa meramal. Dia meramal masa depan Talia dan Luke juga memberikan senjata Aegis untuk Talia dan belati yang kayaknya bakal dipakai untuk bunuh diri di novel Percy Jackson #5.

Di sini aku berpikir, andai Hal tidak membantu 2 orang ini apakah perang melawan Kronos tidak ada?

Terakhir 2 novel lain dengan Percy Annabeth sebagai tokoh utamanya juga trio Leo, Jason Piper. Ceritanya seru dan lucu dengan gaya menulis Rick Riordan yang asyik seperti biasa. So, bagi penyuka novel Percy Jackson dan Heroes of Olympus, wajib juga baca ini. Soalnya meski ini cerpen tapi menyambung dengan novel-novel itu.

Bintang 4 dari 5 bintang untuk The Demigod Diaries.

Kamis, 26 November 2015

[Review] THE LONG GOODBYE



THE LONG GOODBYE
Penulis : Ida R. Yulia
Penerbit : Grasindo
Terbit : 12 Oktober 2015
Halaman : 194
ISBN : 9786023752102
Sinopsis :
Ini kisahku mendampingi Eomma. Aku yang perlahan memudar di matanya.

Aku Pavel Vladimirovich Andreyev, 16 tahun, siswa kelas 2 SMA Hyowon. Eomma-ku asli Korea Selatan, sedangkan Papa datang dari Nizhny Novgorod, Rusia. Sejak usiaku 11 tahun, orang tuaku
bercerai. Papa kembali ke negara asalnya, sementara Eomma memenangkan hak asuh atas aku, putra satu-satunya. Kami hidup bahagia di Suwon, Gyeonggi-do, meski tanpa Papa.

Akan tetapi, kebahagiaan itu mulai surut dua tahun ini. Eomma mulai melupakan sesuatu. Beberapa kali, ia bahkan salah mengenaliku. Dokter menyatakan, Eomma mengidap Early Onset Alzheimer's, atau Alzheimer di usia muda sebelum penderita berusia 65 tahun. Eomma bahkan masih 46 tahun saat itu.

Alzheimer menggerus ingatan dan fisik Eomma. Eomma bahkan mampu melukaiku, meski beliau tak menyadarinya.

Aku tak tahu apakah aku harus tetap bertahan atau melepaskan Eomma... 
***

Akhirnya kelar baca... 

Meski sebagian besar setting dan lain-lainnya tuh kebanyakan Korea tapi Miss Ida lumayan banyak memasukkan pengetahuan tentang Rusia. Aku baru tahu lho kalau orang Rusia nggak suka senyum karena nggak mau jadi "Hamba Sahaya"--entah apa itu hamba sahaya akan lebih menarik kalau diulas lebih detail. Pantes kalau kebanyakan muka-muka Rusia tuh serius gitu rautnya. Intinya lewat buku ini aku menemukan ketertarikan tentang Rusia. Ingin explore lebih dalam. YOSH!

Di sini diceritakan kisah Pavel a.k.a. Pasha a.k.a. Pavlusha--ini juga menarik, betapa banyaknya panggilan buat satu nama--terus menerus menyembunyikan penyakit ibunya yang ternyata supaya sang ibu tidak kehilangan hak asuh atas Pavel. Suka deh membaca kisah ini. Kedekatan ibu dan anak ini bikin terharu apalagi di bagian-bagian belakang. Terus aku menangkap perbedaan dari novel-novel Miss Ida sebelumnya. Tokohnya memang muda tapi kok kerasa kurang ada 'sentuhan kanak-kanak'--maksudnya apa ya? Aku bingung jelasinnya. Jujur karena hal itulah jadi ngerasa ada yang kurang. Hehehe~ Tapi lumayan terobati karena ada tokoh-tokoh lain yang diijinkan hadir untuk mewarnai. Park Ji Hoon dan Ha Na misal. Justru daripada Pavel, aku suka karakter dua orang ini. Bukan karena ada yang namanya sama kayak aku lho. Eh? Tapi aku pikir Ha Na kok ya kebetulan ada sifatnya yang mirip aku yak? Wkwkwk~ Aku kalau sama teman yang amat dekat semacam itu juga.

Ceritanya simple. Nggak kerasa kecepetan alurnya. Tapi itu juga bisa menjadi kekurangan. Aku rindu karya Miss Ida yang agak njlimet kayak Andante atau Walkin to the Day gitu. Terus novel ini sangat kurang nyempilin humor. Tapi kalau dibilang angst juga enggak. Lalu ada bagian yang saat dibaca, susah buat masuk gitu. Jadi terasa apa ya? Datar mungkin. Nah, mulai setelah kejadian penusukan itu aku baru ngerasa emosiku teraduk. Jadi ikut hanyut dalam sedihnya sebuah perpisahan terus terharu punya teman-teman yang care. Mau kasih masukan boleh? Kayaknya dari awal sampai akhir kasih pov. 3 aja. Emang sih dengan adanya pov. 1 dari sudut pandang sang ibu, mungkin tujuannya biar pembaca terbawa gimana menjadi seseorang yang mengidap Alzheimer tapi karena porsi nggak begitu banyak lalu cuma dituliskan gitu aja tanpa ada flashback atau menceritakan masa lalu malah aku kurang klik bacanya. Akan lebih bagus bila, kan sang ibu kadang ingat tuh terus kadang juga merasa dirinya masih ada di masa sebelum cerai, maka sebaiknya masukkan juga ibunya yang membayangkan masa lalunya. Toh, kisah kenapa mereka bercerai tak dituliskan lebih detail.

Terakhir, aku mau CIEEEE-in Miss Ida ah. Bisa juga gitu bikin romance. Walau amat dikit tapi lumayan manis. Pavel memang cocok dengan Natalya kalau sama Ha Na kasihan Pavelnya bakal tertindas coz kayaknya Pavel nggak bakal bisa ngalahin dominannya Ha Na. Hahaha!

So, terus semangat nulis dengan berbagai setting dan karakter ya, Miss. 

Aku kasih 3,5 bintang dari 5 bintang untuk novel ini. 

Selasa, 24 November 2015

[Review] Trilogi Airhead, Being Nikki & Runnaway


AIRHEAD, BEING NIKKI, RUNNAWAY itu novel trilogi jadi kalo dipisah kok rasanya kejam seolah misahin orang pacaran yang udah sehati. #uhuk #kode

Berkisah tentang Emerson Watt yang biasa dipanggil Em, mengalami kecelakaan saat mengantar adiknya ke Stark Megastore demi untuk melihat idolanya perform, Gabriel Luna--namanya bagus btw, sebagus deskripsi tokohnya: mata biru, rambut pirang, logat britis, dan suara merdu. Em ketiban TV plasma super gede yang jatuh gara-gara senapan cat dari demonstran anti Stark Enterprize. Remuklah dia. Mati.

Kebetulan Nikki Howard, model ternama yang menjadi duta Stark pingsan tiba-tiba dan disinyalir mengalami mati otak. Akhirnya muncullah cerita bahwa otak Em yang masih bagus dicangkokkan ke otak supermodel. Jadilah, voila! Nikki Howards tapi inner-nya Emerson Watt.

Banyak konspirasi yang terjadi yang dilakukan oleh Robert Stark sang owner Stark Enterprize. Ada juga hasrat ingin mengguling sang ayah dan menggantikan posisi sang ayah yang timbul dalam diri Brandon--akhirnya kesampaian sih. Em yang semula cuma ordinary girl kudu dan wajib berperan menjadi cewek supermodel yang rupanya begitu ribet. Ditambah ibu asli Nikki yang menghilang tepat saat Nikki dan dirinya mengalami kecelakaan, sahabat yang lama dia taksir berubah jadi penjahat setelah Em dinyatakan mati--karena berusaha balas dendam kepada Stark Enterprise--dan pertaruhan nasib keluarganya membuat Em pusing tujuh keliling.

Kalau dibandingkan The Mediator series, aku lebih suka The Mediator. Tapi Airhead trilogi juga patut dibaca soalnya ini bacaan ringan yang asyik dibaca saat senggang karena mengusung cerita yang nggak mainstream, detail pula--kau akan tahu seperti apa susahnya jadi model dan para pendukungnya. Gimana menderitanya jaga body, gimana sedihnya di tengah hingar bingar dunia gemerlap tanpa privasi, dan lain sebagainya. Oh ya, gara-gara suka baca Meg Cabot jugalah aku jadi tahu barang-barang branded kegemaran para sosialita. Setiap tulisan Meg Cabot selalu menuliskan segala model penampilan para tokohnya secara detail juga setiap karakter yang dia tulis memiliki ciri khasnya masing-masing. Kadang aku dibuat jengkel dengan Brandon maupun Nikki tapi juga dibuat kasihan. Begitu juga dengan Em sendiri, aku jadi ikut merasa susahnya dari yang tadinya bisa bebas ngapa-ngapain tidak memikirkan tubuh maupun style apa yang dipakai berubah harus merasakan siksaan memakai pakaian yang tidak nyaman juga perawatan tubuh yang sedemikian ribet.

Oh iya, ending... Semua berbahagia dan menemukan pasangan masing-masing. Aku suka sosok Nikki Howard di tubuh barunya yang mampu menaklukkan hati Gabriel Luna--dan menindas cowok itu tentunya. Nikki tuh semacam gadis manja, sombong khas karakter para cewek populer dalam cerita novel cuma yang tak nampak dalam dirinya tuh disiplin tinggi dan sifat mengintidasi yang justru membuat cowok sepopuler Gabriel Luna rela dijajah. :v

Terakhir, mungkin di Amrik sana novel ini bisa masuk teenlit tapi kok menurutku label teenlit kurang pas dengan novel ini.

Bintang 3,5 dari 5 bintang aku kasih buat Airhead trilogi.

Spesifikasi Buku:
Airhead: 352 halaman, Gramedia, November 2010
Being Nikki: 304, Gramedia, Februari 2011
Runaway: 328, Gramedia, Mei 2012
Dapat dari obral buku Gramedia dan online Shop penjual buku second.

[Review] Gelombang (repackage)



GELOMBANG
DEE LESTARI
BENTANG PUSTAKA
Terbit : 12 Oktober 2015
Halaman: 562
ISBN : 9786022911302
Sinopsis:
Sebuah upacara gondang mengubah segalanya bagi Alfa. Makhluk misterius yang disebut Si Jaga Portibi tiba-tiba muncul menghantuinya. Orang-orang sakti berebut menginginkan Alfa menjadi murid mereka. Dan, yang paling mengerikan dari itu semua adalah setiap tidurnya menjadi pertaruhan nyawa. Sesuatu menunggu Alfa di alam mimpi.
Perantauan Alfa jauh membawanya hingga ke Amerika Serikat. Ia berjuang sebagai imigran gelap yang ingin mengubah nasib dan status. Pada suatu malam, kehadiran seseorang memicu Alfa untuk menghadapi ketakutan terbesarnya. Alam mimpinya ternyata menyimpan rahasia besar yang tidak pernah ia bayangkan. Di Lembah Yarlung, Tibet, jawaban mulai terkuak. 
Sementara itu, pencarian Gio di Rio Tambopata menemui jalan buntu. Pada saat yang tak terduga, pria yang pernah menemuinya di Vallegrande kembali muncul. Pria itu mengarahkan Gio ke pencarian baru. Petunjuknya adalah empat batu bersimbol, merepresentasikan empat orang, dan Gio ternyata adalah salah seorang dari mereka.
***
GELOMBANG adalah seri Supernova ke lima yang sudah lama ditunggu-tunggu. Dan, sekarang saya berharap INTELEGENSIA EMBUN PAGI juga cepatlah muncul. Sesuai apa yang saya harapkan, Gelombang cukup bagus, tak terduga dan kompleks seperti di seri Supernova sebelumnya. Meski saya paling suka dengan PARTIKEL. Dan juga Gelombang ada sesuatu yang terasa datar saat dibaca. Tapi kisah Alfa Sagala sungguh unik. Sejak dia kecil hingga tumbuh dewasa.

Diceritakan bahwa Thomas Alfa Edson tumben tidak dibawa mengungsi saat upacara gondang diadakan. Disitulah segalanya bermula. Alfa melihat sosok hitam besar yang dukun setempat sebut si Jaga Portibi. Alfa mulai mengalami mimpi buruk.

Di kampung Alfa, masih menjunjung tinggi tradisi sehingga dukun setempat pun begitu disegani. Dukun itu bernama Ompu Togu Urat yang menganggap Alfa istimewa dan ingin mengangkatnya menjadi murid. Begitu juga dengan dukun lain di kampung jauh yang awalnya Alfa tak begitu suka karena sosoknya yang mencurigakan.

Nasib Alfa bergulir hingga ayahnya memutuskan untuk memboyong seluruh keluarganya ke Jakarta. Alfa yang cerdas seharusnya bisa meneruskan studi ke universitas bergengsi plus mendapat beasiswa namun dia malah bersedia menggantikan sang kakak yang dipaksa ayahnya merantau ke Amerika Serikat sebagai pekerja di sana.

Singkat cerita, di Amerika Serikat dia tinggal di apartemen yang lingkungannya sungguh berbahaya dan sewaktu-waktu dia bisa kena pukul. Kepintaran Alfa mampu membuatnya menjadi semacam guru privat dan berhasil membuat dua temannya juga dirinya diterima di Cornell.

Kala Alfa menjadi sosok dewasa, suatu ketika dia bertemu dengan seorang wanita bernama Ishtar. Selama hidupnya Alfa takut tidur karena hanya akan mengantarnya pada mimpi buruk namun Ishtar adalah wanita yang bisa membuatnya tidur amat nyenyak setelah sekian lama. Sejak itu Alfa terus berusaha mencari Ishtar, tapi nihil. Alfa juga berusaha menguak misteri kenapa dia terus saja diikuti si Jaga Portibi hingga membawa dirinya sampai Tibet dan bertemu seorang wanita lain yang setia bersamanya dan ikut membantunya. Namun entah mengapa saya lumayan curiga dengan wanita ini. Mungkin kecurigaan saya akan terjawab di seri Supernova selanjutnya.

Khas Dee Lestari. Dalam setiap karyanya tak hanya kau temukan teka-teki, haru dan ketegangan namun juga bisa menemukan kelucuan. Setiap saya membaca Supernova, dalam hati saya selalu bergumam keren, kok bisa punya ide begini? Pokoknya seri Supernova recomended untuk dibaca. Harapannya sih di seri berikutnya semua tokoh di Supernova kan bakal bertemu, kan? Semoga seri selanjutnya lebih greget lagi. Karena di Gelombang terasa turun. Maksudnya dari Ksatria, Putri, Bintang Jatuh saya dibuat pusing dan tak begitu paham. Di Akar dan Petir saya mulai menyukai Supernova, tokoh Elektra juga Bodhi memikat saya dan semakin suka lagi saat baca Partikel, Zara membuat saya tercengang tapi di Gelombang ada penurunan ada bagian-bagian yang membuat pembaca bosan. Semoga selanjutnya tidak.

4 bintang dari 5 bintang untuk gelombang.

Jumat, 20 November 2015

[Review] THE LOST HERO


THE LOST HERO

Penulis: Rick Riordan

Penerbit: Mizan Fantasi
Halaman: 585
ISBN: 978-979-433-6533-3
Sinopsis:
Tiga demigod baru bergabung di perkemahan Blasteran. Jason yang tidak bisa mengingat jati dirinya, Piper dengan rahasia masa lalunya, dan Leo dengan kemampuan mekaniknya yang luar biasa. Bersama-sama, ketiganya mengemban sebuah misi penyelamatan. Misi yang juga akan mengungkap sebuah rahasia besar di masa lalu mereka. Bergabunglah dengan para demigod dari Perkemahan Blasteran dan nikmati petualangan serunya!

***

Yang membaca Percy Jackson & the Olympians wajib lanjut baca seri Heroes of Olympus. Setelah di akhir seri Percy Jackson, Oracle memberikan ramalan, nah rupanya nggak sesuai perkiraan Apollo bahwa ramalan itu masih akan terjadi bertahun-tahun kemudian.

Diceritakan saat Sekolah Alam Liar berwisata di Grand Canyon, Jason mendadak ada disitu tapi siapa pun seolah sudah kenal lama disertai ingatan palsu soal Jason. Padahal Jason sendiri nggak mengingat mereka termasuk yang katanya pacarnya, Piper.--lebih tepatnya dia nggak ingat apapun selain bahwa namanya Jason. Nah, disitu aksi pertama para pahlawan bertarung melawan roh badai dan pelatih mereka Gleeson lenyap.


Sehabis itu bantuan datang. Annabeth dan Buck menjemput tiga demigod--Jason, Piper, Leo--untuk membawa mereka ke perkemahan blasteran. Dan keseruan-keseruan selanjutnya bergulir dengan asyiknya. Mereka yang naik naga, bertemu dewa angin, Medea, Midas, Anak Bumi, Gaea dan lain-lain. Lalu satu persatu larik ramalan terealisasi di setiap petualangan mereka dalam melaksanakan misi penyelamatan Hera.


Seru! Walau di awal agak kurang terbiasa soalnya biasa baca Percy yang pakai pov. 1 sekarang pakai pov. 3 yang fokus penceritaannya berganti-ganti tapi cukup terbantu karena di setiap awal bab baru ada nama yang tercantum yang pasti menjadi sorot utamanya dalam bab itu.


Aku suka Jason. Terus terang saja sejak baca di awal aku suka Jason. Aku sebal dengan Leo yang tengil. Oh, iya... Aku juga suka Piper yang menurutku nggak Aphrodite banget. Namun makin ke belakang, aku suka ketiganya sama rata. Mereka menonjol semua. Piper yang makin menarik dan cantik dengan gayanya sendiri serta kehidupan dia dengan sang ayah ada kesingkronan yang aku temukan yang membuatku membatin, oh pantes sifatnya begitu. Leo juga. Kecuali Jason. Pembawaan yang tenang itu pas dengan style Romawi yang pernah dituliskan.

Ada tokoh-tokoh menyebalkan yang diijinkan untuk hadir tapi juga membuatmu berubah pikiran dan tak jadi membencinya. Hera dan Gleeson. Hahaha~ Waktu baca pingin pites dua tokoh itu. Tapi kan ya namanya karakter, itu memang ciri khas mereka jadi tokoh-tokoh inipun diijinkan menolong--sedikit--para pahlawan dengan caranya sendiri.


Intinya nggak hanya imajinasi Rick Riordan yang keren dan detail, tokoh-tokoh sekecil apapun perannya mempunyai ciri khasnya sendiri dan karakter masing-masing tuh kuat. So, pantaslah kalau novel-novel karyanya jadi bestseller.


Berikut quote favorit yang aku temukan--dan sempat dituliskan sebelum lupa:
  • "Terus bergerak--itulah motonya. Jangan sesalkan yang sudah berlalu. Jangan berdiam diri terlalu lama di satu tempat. Itulah satu-satunya cara untuk menghindari kesedihan."
    --Leo Valdes, hal. 72
  • "Humor adalah cara yang bagus untuk menyembunyikan kepedihan."--Leo Valdes; hal. 86
  • "Untuk menjadi sempurna, kita harus merasa bahwa diri kita sempurna--janganlah menjadi orang lain."--Aphrodite, hal. 454
Udah. Tiga doang. Wkwkwk!!! Aslinya lebih banyak yang kutemukan tapi karena nggak ada kertas atau hape buat nyatat ya abis kelewat lupa deh quote kecenya ada di halaman berapa. Ternyata quote dari Leo lah yang paling banyak. Dia emang paling unik dari yang lain. Dia suka melucu namun rupanya melucu dan nggak pernah bersikap serius itu hanyalah sebuah pelariannya karena masa lalunya yang kelam dan hatinya yang terus menyalahkan diri perihal kematian ibunya.

Bintang 4 dari 5 bintang deh untuk novel ini. Tinggal menunggu kisah para pahlawan lainnya termasuk Percy yang katanya bertukar tempat dengan Jason. Aku penasaran seperti apa Camp Blasteran Romawi.

Senin, 16 November 2015

[Review] RAMALAN FUDUS ORORPUS


Penulis : Julia Stevanny
Penerbit : GPU
Terbit : Juli 2005
Halaman : 224
ISBN : 978-979-22-1481-9
Sinopsis :
Perempuan tua aneh itu datang pada suatu siang dan mengacaukan hidup Deryn. "FUDUS OROROR!" katanya dengan suara bergetar mengerikan. Matanya membeliak dan tangannya bergerak-gerak liar. "NNaik. Turun. Lurus. Terputus... Oh nasibmu sangat buruk, Nak! Kau dilahirkan tanpa garis jodoh! Kau ditakdirkan untuk jadi perawan tua!"

Diramal begitu jelas membuat Deryn bete. Apalagi Rosaline, adiknya yang kutu buku bilang bahwa Ramalan Fudus Ororpus adalah ramalan paling tepat di dunia. Celaka nggak tuh! Apalahi runtutan kejadian berikutnya yang terjadi dalam hidup Deryn sesuai isi ramalan!
Terus ramalan itu bener nggak sih? Masa Deryn harus ngejomlo seumur hidup...? Ah, nggak kuat....
***
"Nasib seseorang terletak di tangannya sendiri, bukan di tangan orang lain, bukan di tangan siapapun, bukan di tangan orang yang bisa melihat masa depan sekalipun."--Kakek Deryn; hal. 25

Deryn lumayan syok setelah mendapatkan ramalan yang buruk di saat kelima saudarinya mendapat ramalan bagus. Dia takut dan juga merasa semakin iri pada saudarinya yang cantik-cantik seperti Mama sedang dia merutuki nasib kenapa harus lebih mirip sang Papa. Baca karakter Deryn apalagi memakai sudut pandang orang pertama, aku gemes sama ini anak. Egois, childish, keras kepalanya ampun deh. Sudah dinasehati bahwa ramalan tidak usah dipercaya tetap saja. Tapi lalu aku berpikir, ah namanya juga novel teenlit. Terus lanjut membaca.

Di kisah ini, Deryn memang punya lima saudari yaitu tiga kakak dan dua adik. Tapi yang terlibat dalam cerita cuma sang adik, Rosaline dan seolah saudara lainnya cuma numpang lewat apalagi orang tuanya. Terus yang ganjil lainnya, dia bukan tipe anak introvert tapi di sekolah temannya cuma satu, Mischa. Setahuku bocah yang karakter begini temannya banyak. Setahuku juga laki-laki naksir tidak melulu melihat tampang tapi juga asyik atau menyenangkan tidaknya seseorang. Kalau dia pintar bergaul dan easy going pasti dong ada yang nempel sedang ada yang cantik kalau auranya senggol bacok juga tidak ada yang mendekat (pengalaman pribadi ‪#‎uhuk‬). Ah, tapi akhirnya aku maklum, nulis dengan setting banyak orang dalam satu situasi emang susah. Tidak apa-apa deg kalau bagian Deryn-Micha diem-dieman seolah tak ada teman lain yang bisa diajak ke kantin bareng.

Ceritanya ringan khas teenlit. Komfliknya pun simpel. Enak dibaca di saat santai dan lagi tak ingin baca bacaan berat atau dengan kisah yang kompleks. Makanya dalam 2-3 jam sambil ngemil kau akan mampu menyelesaikannya.

Oh, iya. Meski di sinopsis seolah ini masalah ramalan namun kutemukan cerita intinya bukan itu. Yrma utama dalam novel ini adalah mengenai persahabatan di mana kau harus rela mengempingkan rasa egoismu demi sahabatmu dan ini kutemukan lewat Mischa. Kondisi Mischa dan Deryn banyak dijumpai dan aku acungin jempol bila ada sahabat seperti Mischa. Terus karena akhirnya Deryn melakukan perbuatan baik demi sahabatnya di sinilah kita akan tahu, bahwa dengan berbuat baik itu maka pasti ada imbalan setimpal yang kelak akan kita dapat.

"Langit selalu adil terhadap makhluk yang berlindung di bawahnya. Apa yang ditabur seseorang, itu juga yang akan dituainya."--Ororor; hal. 218

Last, aku kasih 3,5 bintang dari 5 bintang untuk novel ini. Karena diksinya tak membosannya dan bikin ngalir aja bacanya. Tiba-tiba kok sudah selesai.

[Review] ME & MY PRINCE CHARMING


Penulis : Orizuka

Penerbit : Puspa Swara
Halaman : 224
Genre : Romance-Life School
ISBN : 978-602-216-002-1
Sinopsis:
Andromeda Arastya adalah cowok yang baru saja dinobatkan sebagai The Most Wanted Male di sekolahku. Selain superimut, dia juga keren, jago main basket, populer; pokoknya segalanya yang membuatnya berhak atastitel itu. Lalu, suatu hari, keajaiban terjadi. Aku, Cherry Danisha, berhasil pacaran dengannya!
Kupikir aku beruntung, tapi nyatanya, pacarku itu adalah cowok yang sama sekali tidak romantis. Dia tak pernah
mau berduaan denganku. Dia bahkan tidak pernah duduk denganku di kantin!
Karenanya, kabar kalau aku pacaran dengannya dianggap akal-akaianku belaka. Tidak ada seorang pun yang percaya kalau kami berpacaran. Aku pun jadi bingung. Sebenarnya, bagaimana perasaannya terhadapku?
Apa yang harus kulakukan untuk mengetahuinya?
***

Novel ini kubaca selama 2 malam--karena bacanya memang cuma malam sebelum tidur. Dan kesimpulan yang kuambil, novel ini punya plot yang rata-rata sama kayak novel teenlit pada umumnya. Ya elah... Padahal ekspektasiku lumayan tinggi karena penulisnya Orizuka. (Maaf buat para penggemar Orizuka.)

Kenapa kusimpulkan begitu?

  1. Lagi-lagi ada cowok ganteng, populer yang fans-nya banyak yaitu Andros.
  2. Lagi-lagi sifat cowoknya super cool. Malah di sini terlihat nggak terlalu peduli dengan pacarnya.
  3. Lagi-lagi heroin-nya cewek biasa-biasa saja. Di sini Cherry si tokoh utama malah cenderung kurang pede sama dirinya yang nggak cantik, dll.
  4. Ada cowok lain yang nggak kalah keren tapi luar biasa baik dan perhatian seperti Alfa yang bodohnya ditolak sama Cherry.
  5. Muncul pesaing yang berasal dari masa lalu Andros yang menjadikan cowok itu seolah bimbang.
  6. Terakhir. Point tak termaafkan. Demi nggak pingin pisah, Cherry memutuskan untuk nggak jadi ke Paris buat ikut Workshop seni. Padahal dia sudah bercita-cita ke sana dan menjadi pelukis terkenal. Padahal Workshop-nya cuma sebulan. Emang pacar ditinggal sebulan langsung bisa meleng? Seolah cita-citanya itu nomor kesekian setelah cowok. Pokoknya karakternya nggak mateng. Dan aku sukses dibikin geregetan sama tokoh-tokoh childish di dalamnya.
Sekian. Itu saja. 3 bintang untuk novel ini.