Tampilkan postingan dengan label Novel Romance Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Romance Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Februari 2016

[Review] Bunga di Atas Batu


Penerbit : Moka Media
Terbit : Juni 2014
Halaman : 129
ISBN : 979-795-842-6
Sinopsis :
Iris yang baik,
Setelah kupertimbangkan masak-masak, beginilah akhirnya cara yang kupilih. Bukan supaya diriku terelak dari duka perpisahan. Ketahuilah, pada huruf-huruf terakhir setiap kata yang kutulis, kesedihan menderaku tanpa ampun bagaikan pesuruh Zeus mendera Prometeus yang malang (bukankah kamu menyukai dongeng-dongeng Yunani?). Kutahankan rasa sakit itu demi hal-hal yang mungkin bisa kujelaskan lebih baik secara tertulis ketimbang dibicarakan langsung. Jika terasa tidak adil, maafkanlah.

Manakala surat ini sampai padamu, telah jauh aku meninggalkan rumah dan “tempat rahasia kita.” Tapi yakinlah, jarak di antara dua manusia bukan melulu perkara terlihat atau tidaknya sosok, terdengar atau tidaknya suara, terasa atau tidaknya sentuhan, terhirup atau tidaknya aroma masing-masing. Selama ini, misalnya, dengan bertemu setiap hari, seberapa dekat sebenarnya hati kita? Seberapa banyak kau mengerti perasaanku atas dirimu dan sebaliknya?

***

Di setiap bab ada quote atau puisi karya beberapa penulis terkenal. Aku suka dengan quote-quote-nya. Membuatku tahu garis besar yang akan dibahas di setiap bab. Ini novel remaja yang diksinya meski di percakapan pakai loe-gue tapi nggak terasa khas remaja yang biasanya santai. Ringan sih, tapi terasa baku seperti novel metropop atau sastra. Walau begitu bisa dinikmati kok.

Cerita berawal dari sebuah pertengkaran. Bukan pertengkaran hero-heroin yang seperti kisah cinta standar yang sering kutemui lho. Iris bertengkar masalah tugas kelompok yang tidak dikerjakan temannya, Cut. Di sini kok aku merasa pertengkarannya berlebihan ya? Semacam kurang konsisten sifatnya Iris. Hal ini kusadari setelah membaca lebih banyak novel ini.

Tokoh utama kita, Iri dan Bara sama-sama kurang kasih sayang orang tua. Makanya mereka menjadi sahabat dekat. Namun Bara sudah menunjukkan perasaan suka sedang Iris belum sadar. Makanya Bara ingin berterus-terang tapi takut bila Iris tidak menyambut maka persahabatan mereka akan putus.

Suatu ketika Bara mendapat kabar bahwa dia mendapat beaasiswa ke Kanada di beberapa waktu kemudian dlia juga kehilangan ibu. Di saat-saat seperti ini Iris justru baru saja jadian dengan pemuda lain, Hilman yang rupanya mendekatinya karena motif balas dendam.

Apakah Iris akan menyadari betapa sayangnya Bara padanya? Silakan baca sendiri. Hanya saja aku agak nggak suka ending-nya yang menggantung. Seolah penulis membiarkan pembaca sendiri yang menerka-nerka dua sejoli yang terpisah negara ini bersatu atau tidak.

Kelebihan novel ini daripada novel teenlit pada umumnya adalah ya itu tadi, penulis menambahkan quote-quote yang menggugah pada setiap awal bab. Dan aku acungi jempol karena aku jadi tahu bahwa penulis pasti suka baca sastra dan suka nonton film karena di sini menyempil beberapa info tentang film-film lawas.

Kekurangannya adalah ceritanya amat simple dan terasa biasa gitu. Endingnya terlalu cepat alurnya padahal awalan hingga pertengahan alusnya sudah pas.

Berikut quote-quote dalam cerita yang aku suka:

"Nggak ada yang lebih tolol daripada manusia yang hanya bertindak dengan emosinya,"--hal. 6

"Kita semua membuat pilihan. Bagian tersulit adalah hidup bersama pilihan itu."--hal. 33

"Tuhan punya banyak cara buat ngajarin kita tentang kehidupan. Tuhan itu maha kreatif, Bro,tinggal kita aja bisa atau nggak ngambil pelajaran dari setiap cobaan-Nya."--hal. 59

"Adakalanya menemani dalam diam lebih baik ketimbang berbicara sebanyak apapun."--hal. 73

"Mata dibalas mata hanya akan bikin seluruh dunia buta."--hal. 83

Terakhir aku beri 3,5 bintang untuk novel ini. Terima kasih sudah mendapatkan novel ini secara free dari Mbak Dyah Rini. Hehehe~

Senin, 16 November 2015

[Review] RAMALAN FUDUS ORORPUS


Penulis : Julia Stevanny
Penerbit : GPU
Terbit : Juli 2005
Halaman : 224
ISBN : 978-979-22-1481-9
Sinopsis :
Perempuan tua aneh itu datang pada suatu siang dan mengacaukan hidup Deryn. "FUDUS OROROR!" katanya dengan suara bergetar mengerikan. Matanya membeliak dan tangannya bergerak-gerak liar. "NNaik. Turun. Lurus. Terputus... Oh nasibmu sangat buruk, Nak! Kau dilahirkan tanpa garis jodoh! Kau ditakdirkan untuk jadi perawan tua!"

Diramal begitu jelas membuat Deryn bete. Apalagi Rosaline, adiknya yang kutu buku bilang bahwa Ramalan Fudus Ororpus adalah ramalan paling tepat di dunia. Celaka nggak tuh! Apalahi runtutan kejadian berikutnya yang terjadi dalam hidup Deryn sesuai isi ramalan!
Terus ramalan itu bener nggak sih? Masa Deryn harus ngejomlo seumur hidup...? Ah, nggak kuat....
***
"Nasib seseorang terletak di tangannya sendiri, bukan di tangan orang lain, bukan di tangan siapapun, bukan di tangan orang yang bisa melihat masa depan sekalipun."--Kakek Deryn; hal. 25

Deryn lumayan syok setelah mendapatkan ramalan yang buruk di saat kelima saudarinya mendapat ramalan bagus. Dia takut dan juga merasa semakin iri pada saudarinya yang cantik-cantik seperti Mama sedang dia merutuki nasib kenapa harus lebih mirip sang Papa. Baca karakter Deryn apalagi memakai sudut pandang orang pertama, aku gemes sama ini anak. Egois, childish, keras kepalanya ampun deh. Sudah dinasehati bahwa ramalan tidak usah dipercaya tetap saja. Tapi lalu aku berpikir, ah namanya juga novel teenlit. Terus lanjut membaca.

Di kisah ini, Deryn memang punya lima saudari yaitu tiga kakak dan dua adik. Tapi yang terlibat dalam cerita cuma sang adik, Rosaline dan seolah saudara lainnya cuma numpang lewat apalagi orang tuanya. Terus yang ganjil lainnya, dia bukan tipe anak introvert tapi di sekolah temannya cuma satu, Mischa. Setahuku bocah yang karakter begini temannya banyak. Setahuku juga laki-laki naksir tidak melulu melihat tampang tapi juga asyik atau menyenangkan tidaknya seseorang. Kalau dia pintar bergaul dan easy going pasti dong ada yang nempel sedang ada yang cantik kalau auranya senggol bacok juga tidak ada yang mendekat (pengalaman pribadi ‪#‎uhuk‬). Ah, tapi akhirnya aku maklum, nulis dengan setting banyak orang dalam satu situasi emang susah. Tidak apa-apa deg kalau bagian Deryn-Micha diem-dieman seolah tak ada teman lain yang bisa diajak ke kantin bareng.

Ceritanya ringan khas teenlit. Komfliknya pun simpel. Enak dibaca di saat santai dan lagi tak ingin baca bacaan berat atau dengan kisah yang kompleks. Makanya dalam 2-3 jam sambil ngemil kau akan mampu menyelesaikannya.

Oh, iya. Meski di sinopsis seolah ini masalah ramalan namun kutemukan cerita intinya bukan itu. Yrma utama dalam novel ini adalah mengenai persahabatan di mana kau harus rela mengempingkan rasa egoismu demi sahabatmu dan ini kutemukan lewat Mischa. Kondisi Mischa dan Deryn banyak dijumpai dan aku acungin jempol bila ada sahabat seperti Mischa. Terus karena akhirnya Deryn melakukan perbuatan baik demi sahabatnya di sinilah kita akan tahu, bahwa dengan berbuat baik itu maka pasti ada imbalan setimpal yang kelak akan kita dapat.

"Langit selalu adil terhadap makhluk yang berlindung di bawahnya. Apa yang ditabur seseorang, itu juga yang akan dituainya."--Ororor; hal. 218

Last, aku kasih 3,5 bintang dari 5 bintang untuk novel ini. Karena diksinya tak membosannya dan bikin ngalir aja bacanya. Tiba-tiba kok sudah selesai.

[Review] ME & MY PRINCE CHARMING


Penulis : Orizuka

Penerbit : Puspa Swara
Halaman : 224
Genre : Romance-Life School
ISBN : 978-602-216-002-1
Sinopsis:
Andromeda Arastya adalah cowok yang baru saja dinobatkan sebagai The Most Wanted Male di sekolahku. Selain superimut, dia juga keren, jago main basket, populer; pokoknya segalanya yang membuatnya berhak atastitel itu. Lalu, suatu hari, keajaiban terjadi. Aku, Cherry Danisha, berhasil pacaran dengannya!
Kupikir aku beruntung, tapi nyatanya, pacarku itu adalah cowok yang sama sekali tidak romantis. Dia tak pernah
mau berduaan denganku. Dia bahkan tidak pernah duduk denganku di kantin!
Karenanya, kabar kalau aku pacaran dengannya dianggap akal-akaianku belaka. Tidak ada seorang pun yang percaya kalau kami berpacaran. Aku pun jadi bingung. Sebenarnya, bagaimana perasaannya terhadapku?
Apa yang harus kulakukan untuk mengetahuinya?
***

Novel ini kubaca selama 2 malam--karena bacanya memang cuma malam sebelum tidur. Dan kesimpulan yang kuambil, novel ini punya plot yang rata-rata sama kayak novel teenlit pada umumnya. Ya elah... Padahal ekspektasiku lumayan tinggi karena penulisnya Orizuka. (Maaf buat para penggemar Orizuka.)

Kenapa kusimpulkan begitu?

  1. Lagi-lagi ada cowok ganteng, populer yang fans-nya banyak yaitu Andros.
  2. Lagi-lagi sifat cowoknya super cool. Malah di sini terlihat nggak terlalu peduli dengan pacarnya.
  3. Lagi-lagi heroin-nya cewek biasa-biasa saja. Di sini Cherry si tokoh utama malah cenderung kurang pede sama dirinya yang nggak cantik, dll.
  4. Ada cowok lain yang nggak kalah keren tapi luar biasa baik dan perhatian seperti Alfa yang bodohnya ditolak sama Cherry.
  5. Muncul pesaing yang berasal dari masa lalu Andros yang menjadikan cowok itu seolah bimbang.
  6. Terakhir. Point tak termaafkan. Demi nggak pingin pisah, Cherry memutuskan untuk nggak jadi ke Paris buat ikut Workshop seni. Padahal dia sudah bercita-cita ke sana dan menjadi pelukis terkenal. Padahal Workshop-nya cuma sebulan. Emang pacar ditinggal sebulan langsung bisa meleng? Seolah cita-citanya itu nomor kesekian setelah cowok. Pokoknya karakternya nggak mateng. Dan aku sukses dibikin geregetan sama tokoh-tokoh childish di dalamnya.
Sekian. Itu saja. 3 bintang untuk novel ini.

Selasa, 30 Juni 2015

[Review] Happiness Theory




Penulis : Arbie Sheena
Penerbit : Elf Books
Rencana Terbit : Maret 2013
Jenis Cover : Soft Cover
Halaman : 292
Ukuran : 135 x 200 mm
Berat : 250 gram
Harga : Rp49,500
Sinopsis:

Jung Jaehye tidak pernah menyangka akan bertemu dengan seorang gadis tanpa emosi bernama Song Hyemi. Hidupnya mulai diliputi ketakutan ketika mengetahui dirinya duduk di bangku siswa yang kabarnya dibunuh oleh Hyemi. Celakanya, siswa tersebut juga bernama Jaehye! Karena hal itu, banyak yang berspekulasi Jaehye akan menjadi korban selanjutnya.

Ketakutannya makin menjadi-jadi ketika Jaehye memergoki Hyemi sedang membelah katak dengan sadis di laboratorium. Bagaimana tidak, ia sendiri nyaris menjadi korban berikut setelah si katak malang itu!

Namun… seiring berjalannya waktu, mengapa ia malah terus memperhatikan Hyemi? Terlebih, setelah Jaehye menemukan novelet berjudul “Happiness Theory” di kamarnya.


***

Sudah tertarik dan penasaran setelah membaca sinopsisnya?

Aku tertarik. Makanya aku beli. Hehehe~ Setelah membaca--bahkan sudah 2 kali dan itu sangat jarang kulakukan--aku jadi ngefans pada setiap karya Arbie--yang awal kukenal kukira dia cowok.

Dikisahkan Jung Jaehye adalah anak baru di Dongguk. Dia mengidap erythrophobia yaitu phobia warna merah. Nah... sialnya dia bertemu Hyemi, gadis pelit ekspresi yang selalu memakai pita merah. Lebih takut lagi tatkala merebak gosip bahwa kursi yang dipakai Jaehye adalah kursi milik Lee Jaehye, siswa yang sudah meninggal dan konon Hyemi yang membunuhnya--didorong di atap.

Di rumah barunya, Jaehye juga menemukan sebuah mini novel yang tokoh-tokohnya menggunakan nama-nama buah. Sayangnya, cerita ini tidak sampai tamat. Usut punya usut kisah dalam novella itu ternyata kisah penghuni kamar sebelumnya dan tokoh di dalamnya adalah mendiang Jaehye dan Hyemi--versi gadis manis.

Oh, dalam novel ini tak hanya menyoroti Jaehye-Hyemi saja. Teman-teman Jaehye yang adalah anggota Klub Pecinta Hewan juga tak bisa diabaikan. Bihoon--yang tak pernah lepas dari PSPnya mengingatkanku pada Kyuhyun, Shinra--yang namanya mengingatkanku pada komik CMB, dan Dongjun, masing-masing memiliki karakter yang kuat. Friendship mereka begitu kental dan kocak. Aku jadi teringat film 3 Idiots saat baca bagian keempat orang ini berkumpul. Terus saat belajar bersama di rumah masing-masing secara bergiliran dan saat ketiga makhluk koplak ini berusaha menyembuhkan phobia yang diidap Jaehye atau melaksanakan misi menguak rahasia Hyemi-mendiang Jaehye.

Jangan takut kau akan bosan membacanya. Meski kisahnya ada bagian yang mengharu biru tapi nggak menye-menye malahan ini termasuk novel komedi yang nampol. Penulisan yang memakai sudut pandang Jaehye yang nyengit--sarkastis--kadang bikin ingin nampol sandal. Cuma sayangnya endingnya aku merasa ada yang kurang. Belum tuntas. Sebegitu kerasnya Jaehye selama ini berjuang untuk Hyemi masa hanya berakhir dengan melihat Hyemi si muka jutek nan angker tersenyum. Itu doang? Jadian dong... #ditoyorArbie

"Warna merahnya mencolok-colok mataku."

Kalimat yang selalu kuingat. Karena sering geli membayangkan orang yang jijik bin takut pada warna merah terpaksa selalu melihat warna merah--karena Hyemi.

Rating 3,5 bintang dari 5 bintang

Sabtu, 27 Juni 2015

[Review] GANTENG-GANTENG GENTAYANGAN




Penulis : Ayra
Penerbit : Ragam Media
Halaman : 220
Segmen : Remaja
Terbit : 2014
ISBN. : 978-979-911-508-9
Sinopsis :

"Tutup pintunya!"
Hampir gue kena serangan jantung mendengar perintah Micky yang tegas itu. Jelas perintah itu ditujukan buat gue karena nggak ada makhluk lain di sini. Gue menelan ludah, apa dia tahu kalau gue bisa melihat dia?

“Kenapa bengong? Gue tahu elo bisa dengar, bahkan melihat gue! Lebih baik elo tutup pintunya karena gue mau bicara panjang lebar sama elo. Gue rasa, elo pasti nggak mau teman elo di kamar sebelah ngira elo sinting karena bicara sendiri. Kamar ini kedap suara, asal elo menutup rapat pintu dan jendela.”

Namanya Micky. Matinya (katanya) karena bunuh diri, tapi dia sendiri nggak inget gimana persisnya. Pernah punya pengalaman dikhianati sahabat dan ditolak penerbit berkali-kali. Meski statusnya adalah hantu, semangatnya masih
manusia banget. Dia bersikukuh nggak akan pernah berhenti menulis sembari berusaha menuntut haknya.

Namanya Ayra. Karena sahabatnya, Risna, tergiur harga murah, dia jadi harus tinggal di sebuah rumah kontrakan yang di dalamnya berseliweran makhluk halus. Sejauh ini dia masih jomblo dan harus menguatkan iman karena tinggal sekamar dengan hantu terganteng yang seumur-umur baru ditemuinya.

Di satu sisi, keduanya hobi adu mulut. Di sisi lain, keduanya sama-sama mencari tahu penyebab kematian Micky yang masih jadi misteri….

***

Pertama, entah mengapa sewaktu saya membaca cerita di dalamnya. Rasanya tidak asing dengan cerita hantu gentayangan dan seorang 'mediator' (sebutan untuk orang yang bisa melihat hantu dan bersedia membantu hantu itu--yah, julukan ini saya dapat dari novel The Mediator series sih, hehehe). Beberapa novel termasuk The Mediator yang saya sebut di atas, juga mengangkat ide yang hampir sama. Seseorang punya indera ke 6--bisa lihat hantu--lalu membantu hantu itu, ada bumbu-bumbu romansa juga yang menyempil di dalamnya. Bisa dikatakan ide ini tidak begitu fresh dan baru. Namun tidak bisa dikatakan menjiplak atau plagiat seperti yang pernah saya dengar dan tuduhkan. Sekali lagi saya bilang, ide dasar ini cukup banyak dan tentu saja pastinya alur cerita lengkapnya berbeda.

Baiklah. Mari saya ceritakan sekilas isi di dalam novel ini...

Diceritakan Ayra dan temannya Risna menempati rumah baru yang mereka sewa secara patungan. Disitu, Ayra yang memiliki kemampuan melihat makhluk gaib mengerti kenapa biaya sewanya murah, soalnya tempat ini berhantu. Ayra mengalah demi keselamatan Risna, dia memilih tinggal di kamar berhantu sedang Risna aman tentram di kamar tanpa penunggu. Berdiamlah Micky, si hantu gentayangan ganteng di kamar Ayra. Dia tak seperti hantu-hantu kebanyakan dan Ayra cukup diherankan oleh karena hal itu.

Ayra punya cita-cita jadi penulis. Ternyata Micky juga semasa hidup memiliki mimpi yang sama tapi tak bisa berhasil menerbitkan novel hingga akhir hayat. Di sinilah kedekatan mereka dimulai. Micky menjadi guru privat Ayra. Mengajari bagaimana menulis yang benar, bla-bla-bla sekaligus dia meminjam laptop Arya untuk dirinya sendiri terus menulis. Saya cukup terhibur dengan interaksi mereka yang gemes-gemes lucu. Juga semangat Micky yang walau sudah berwujud hantu tapi punya niat besar untuk terus menulis. Micky itu tipikal tokoh utama yang ketus, pedes, egois tapi diam-diam memperhatikan. Mereka adalah couple yang cocok pokoknya. Interaksi mereka tak membosankan. Berbeda dengan bila Ayra bersama Ardi. Oh, ya. Ardi adalah senior Ayra dan memendam rasa padanya.

Konflik dimulai ketika suatu kebenaran terkuak. Rupanya Ardi dulu adalah teman baik Micky, Ardi jugalah penyebab Micky bunuh diri dan menjadi hantu penasaran seperti sekarang. Ada pertikaian di masa lalu yang belum terselesaikan. Lalu apakah permasalahan itu? Silakan dibaca sendiri.

Ayra menulis novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama dan dengan diksi ringan khas remaja. Komedi-komedi yang disajikan juga bisa menghibur. Hanya saja dibagian les privat Micky yang ketika dia menjelaskan pelajaran menulisnya itu cukup membosankan. Saya merasa baca buku pelajaran tapi bagi yang memang tidak tahu atau kurang tahu bagaimana menulis yang baik dan benar, novel ini rekomended banget. Selain kamu mendapatkan hiburan--bikin senyum-senyum trenyuh--kamu juga bisa belajar dengan Micky sebagai gurumu. Pokoknya novel ini bermanfaat bagi yang suka menulis juga dan bermimpi menjadi novelis.

Sebagai penutup review saya, ada beberapa kalimat-kalimat yang saya sukai dan jadi penggugah semangat. Berikut saya sertakan:

"Secara fisik gue memang mati, tapi otak gue nggak ikut mati untuk berkarya. Memang semasa hidup gue berharap novel gue bisa diterbitkan, tapi setelah gue jadi hantu seperti sekarang yang terpenting bukan itu, tapi bagaimana cara gue nggak menyia-nyiakan bakat yang gue miliki."--Micky; hal 67

"Dasar manusia, mudah kok dibikin rumit."--Micky; hal 72

"Manusia cenderung mendahulukan pandangan subjektif dibanding mengedepankan sisi objektifnya."--Ayra; hal 114

Kamis, 04 Juni 2015

[Review] Meraihmu




Abaikan dua pasang mata bersorot galak ini yak?
pacman emotikon


MERAIHMU
Penulis : Arbie Sheena
Penerbit : Zettu
Halaman : 256
Terbit : 2013
ISBN : 978-6027-999381
Sinopsis :

Engkau hadir bukanlah pada saat yang tepat, bahkan aku menganggapmu tiada. Dan waktu pun membawaku pada satu rasa. Rasa nyaman dan aku anggap ini cinta. Namun rasa ini belum sempurna atau mungkin tidak akan pernah sempurna.

Akupun kehilangan jejakmu, mungkin kau begitu dekat tapi tak mungkin aku meraihmu. Hingga waktu jualah kembali mempertemukan kita. Kita saling memegang tangan dengan erat, saling berpelukan seolah tak ingin berpisah lagi.

Yang berlalu sejatinya tidak akan sama dengan saat ini, ada banyak bagian-bagian kehidupanmu yang aku terlewatkan, ada begitu banyak maaf yang harus diucapkan, merelakan sepenuhnya dan biarkan cinta meraihmu.

***

Pertama-tama, jangan tertipu oleh blurp-nya. Dibaca kok rasanya bakal ngeromens galau tapi aslinya tidak lho. Bisa dibilang novel life school ini bergenre romance comedy. Sedikit kritik dan masukan untuk Zettu supaya memberikan blurp dan cover yang sesuai dengan isinya. *Maaf

Kisah tentang Jien si anak Kepala Sekolah yang tomboy, trouble maker dan bahkan berani mengerjai guru. Nggak takut nama baik bapaknya buruk, dia sering berulah di sekolah. Mentang-mentang Pak KepSek kaya, apapun kerugian yang disebabkan dari ulah Jien, dia menggantinya dengan uang. Tak ubahnya dengan Jien yang juga menjunjung asas 'The Power of Money'.

Kisah dimulai dengan konflik Jien dengan siswa teladan bernama Dira. Tragedi si kalajengking Pio-pio peliharaan Jien yang masuk ke celana Dira dan membuatnya harus menerima aib seumur hidupnya, membuat Dira dan Jien selalu berseteru dan saling mengerjai hingga akhirnya Dira harus takluk karena dia kalah di pertandingan basket satu lawan satu dengan Jien. Terpaksalah dia menjadi pengikut Jien.

Lalu konflik utama dimulai dengan muncullah guru baru di sekolah Jien. Seperti halnya dia memperlakukan guru lain dengan semena-mena hingga sudah banyak yang keluar, Pak Rayi pun diperlakukan demikian buruk juga. Tapi Guru itu memilik trik tersendiri dan kesabaran ekstra untuk menghadapi Jien. Melihat bahwa sang guru ini cukup memiliki dampak positif pada Jien, Pak Kepsek pun menjadikan Pak Rayi sebagai guru les privat Jien. Disitulah cinta bersemi dan berakhir tragis. Tidak happy ending--tapi tak terlalu bikin nyesek. Dan nasib Dira dalam cerita ini, menjadi sahabat Jien pada akhirnya.

Arbie menuliskan dengan menggunakan PoV 3 dan dengan bahasa yang ringan dan ngocol membuatku senyum-senyum tapi nasib tragis kisah Rayi-Jien bikin pengen ngemut jempol! Sebelas-dua belas saat nonton filmnya Shahrukh khan, Veer Zara. Kenapa aku bandingkan dengan film ini? Ketidakbersatuan dua insan itu dikarenakan si Papa over cinta pada anak dan jatuhnya jahat lalu tega banget bohong pada Jien maupun Rayi. Jadi pengen menggal Pak Kepsek. Hampir mirip dengan film ini yang sama-sama tidak tahu karena dibohongi pihak ketiga.

3 bintang dari 5 bintang untuk MERAIHMU.

Senin, 21 April 2014

[Short Story Reading Challenge] Sepanjang Musim




Spesifikasi Buku
Judul : Sepanjang Musim
Penulis : Karina Ayu Pradita, Garai Rakai Sambu, Asya Azalea, Aveus Har, Ovita Sari, Bagas Prasetyadi
Penerbit : Media Pressindo, 2013
Penyunting : Fatimah Azzahrah
Jmlh. Halaman : 184 halaman
Sinopsis :
Kamu dan aku terjalin dalam rangkaian musim. Menumbuh dalam satu rasa yang disebut cinta. Berbahagia dalam dimensi yang kita pahami sendiri.
Tapi, rupa-rupanya musim selalu bergulir.
Ada kalanya tandus menyelimuti setiap ujaranmu. Ada kalanya gerimis berjatuhan pada sepasang mataku. Ada kalanya kamu perlu meliburkan curahan sayangmu meski musim liburan masih jauh. Ada kalanya aku lebih tergiur pada aroma setumpuk durian daripada aroma tubuhmu. Ada kalanya… kita tak sejalan kemudian memelihara kesakitan.
Tapi tak perlu terjebak dalam ruang khawatir.
Memang begitulah siklusnya. Kita bahagia, sakit llu bahagia lagi. Begitulah caramu dan caraku, mungkin juga cara miliaran manusia lainnya untuk menemani musim musim. Sepanjang musim…
Sebut saja ini kumpulan kisah sederhana, kumpulan kontemplasi, mungkin juga kumpulan cara memaknai cinta…
***

1. Before the Rain
Karina Ayu Pradita sukses bikin saya gemes dan kepingin jitak tokoh cowok di sini. Kok ya nggak gentle banget ya jadi orang. Memangnya bisa hanya mengamati saja tanpa mau maju lantas mendapatkan cewek yang ditaksir? Namun akhirnya saya menyadari, berteori itu mudah tapi mempraktekan sungguh susah apalagi dulu saya juga pernah mengalami hal seperti itu hingga akhirnya dengan penuh penyesalan saya harus merelakan ‘dia’ bersama yang lain. (Kenapa ujung-ujungnya malah curhat sih?)

2. After the Rain
Sepertinya di cerita sebelumnya Karina Ayu Pradita sengaja menggantung cerita agar cerita kedua ini bisa ditulis. Di sini, penulis menuliskan dari sudut pandang si cewek yang di cerita pertama menjadi objek pengamatan cowok pengecut yang menaksir dia. Di sini Kemala yang memiliki masa lalu menyakitkan akan hubungannya dengan seorang cowok membuat gadis ini takut untuk memulai lembaran baru. Pesan-pesan singkat yang sebenarnya sangat simple dari cowok toko depan membuatnya akhirnya memilih bahwa dia memang harus move on.

3. Selamat Datang, Cinta
Garai Rakai Sambu, penulis cowok yang menulis dari sudut pandang cewek. Ceritanya unik dan terkadang bikin senyum-senyum sendiri karena si cowok misterius yang nggak sengaja Nia temui cukup kuat karakternya. Mereka sama-sama tak saling mengenal dan dalam setiap kejadian mereka juga tak saling memperkenalkan diri namun mereka seperti memiliki chemistry. Nia yang kekanakan dan berpikiran pendek ingin mengakhiri hidup namun harus selalu terhalang oleh cowok misterius ini. Dan yang paling saya suka adalah cara cowok ini menghalangi Nia bunuh diri nggak pasaran. Dia nggak terang-terangan menghalangi tapi malah yah… kalau penasaran silakan baca sendiri. Hehehe…

4. Sesederhana Cinta
Simpel tapi manis sekaligus bikin senyum ketika selesai saya baca. Asya Azalea menuliskan dengan gaya bahasa yang ringan jadi yang suka baca untuk sekedar dibuat hiburan silakan dibaca buku ini. Tapi… Ada hal yang saya temukan dan bisa jadi bahan belajar di sini. Terkadang alasan sederhana pun bisa berdampak besar. Seperti di cerita ini. Si cewek yang begitu menggilai Durian merasa tak menemukan chemistry pada pacarnya karena sang pacar malah membenci buah favoritnya itu hingga akhirnya dia menemukan seseorang yang sama-sama menyukai buah itu dan dia bisa menjadi dirinya sendiri. Dan ternyata, sang pacar juga merasakan hal yang sama.

5. Cinta di Ujung Senja
Ini karya Aveus Har yang membuat saya trenyuh. Mereka sudah tua renta dan bahkan salah satunya sudah pikun tapi rasa cinta tak pudar juga. Hanya janji yang selalu dipegang si neneklah yang membuatnya bertahan menanti. Dan akhirnya karena pertolongan kekasih sang cuculah sebuah rahasia keluarga yang tersimpan lama terkuak sudah. Pasangan yang sama-sama saling menanti bertemu.

6. Bola Cinta
Ovita Sari membuat saya membaca kisah diri sendiri. Seorang gadis tomboy yang mulanya tak menyukai bola namun akhirnya menjadi gila bola ketularan sosok Bayu. Kania Rahmanda mirip saya. Dikelilingi teman-teman yang mayoritas cowok dan… endingnya juga sama kayak saya. Nggak berakhir bahagia.

7. Pulang ke Hatimu
Musim liburan pas lebaran jadi setting yang pas di cerpen karya Garai Rakai Sambu ini. Cinta pada pandangan pertama yang terjadi di antara dua orang yang tak pernah saling mengenal ini membuat saya mengerti betapa cinta tak memerlukan waktu lama untuk tumbuh. Mereka berdua seolah memang ditakdirkan untuk bersama karena tahun selanjutnya meski janji bertemu kembali di gerbong kereta tak bisa dipenuhi oleh sang gadis tapi mereka dipertemukan dengan cara lain.

8. Tentang Hak Pilih
“Cinta yang tidak terucap ternyata jauh lebih punya arti.” (hal. 107)
Salah satu quote yang kena telak di hati. Terkadang perasaan tak perlu diungkapkan. Menurut saya bukan Karena terlalu pengecut tapi kadang kalau sebuah perasaan sudah terungkap malah merusak segalanya—persahabatan misalnya.
Pasti komentar di atas agak tidak nyambung dengan isi cerita yang dibuat Asya Azalea. Di sini ditulis dari sudut pandang seorang istri yang jenuh oleh suami yang selalu memikirkan sang mantan. Dia sudah lelah bersabar dan akhirnya memilih untuk bercerai. Tapi ending-nya, akhirnya dalam igauan sang suami, dia menyebutkan nama istrinya bukan sang mantan sehingga pembaca dibiarkan menebak apakah sang istri jadi bercerai atau tidak. Soalnya sang istri masih menyimpan perasaan sayang pada suaminya.

9. Harusnya Kita Putus
Saya kira Ame akan bernasib sama dengan kedua sahabatnya rupa-rupanya… Cerita yang sederhana dan tak tertebak juga manis. Kadang-kadang pacaran itu dijadikan alasan beberapa orang—termasuk orang tua—menjadi penghalang naiknya prestasi sekolah. Padahal kan itu tergantung masing-masing individunya. Aveus Har berhasil bikin saya mengingat kembali masa-masa sekolah dulu.

10. Musim Termanis
Si kembar indentik Rendy dan Randy berhasil bikin saya senyum-senyum waktu baca. Dua pribadi berwujud nyaris sama tapi berkarakter beda. Entah kenapa saya suka dengan karakter Randy daripada sang tokoh ‘aku’ Rendy. Karakter Randy lebih unik. Ketengilannya yang bikin senyum.

11. Wake Me Up When September End
Saat membaca, di awal agak kurang mengerti apa penyakit Tari karena tampknya dia baik-baik saja dalam segi fisik. Terus di cerpen-cerpen sebelunya semua memakai sudut pandang pertama tadi ini tidak. Jadi agak kurang bisa merasakan perasaan Tari. Interaksinya dengan Rangga saat tahun baru pun dipercepat jadi kurang jelas apa yang membuat keduanya cocok—selain nasib yang hampir mirip tentunya.

12. Moonlight Becomes Sunshine
Ini cerpen kedua Bagas. Dan ternyata merupakan kelanjutan dari cerpen Wake Me Up When September End. Ini ditilik dari sisi Rangga. Kehidupannya diceritain dan… lagi-lagi saya merasa kesedihan, kemalangan seorang Rangga kurang tersampaikan. Saya tak bisa merasakan kesedihan kehilang seluruh anggota keluarga sewaktu membaca cerita ini.