Sabtu, 30 Mei 2015

[Review] HALO



HALO
Penulis : Alexandra Adornetto
Penerbit : Ufuk Press
Tebal : 568 halaman
Terbit : November 2011
ISBN : 9786 0293 461 6 9
Sinopsis :

Novel ini lebih hebat dari Twilight."
—Amazon.


Sesosok malaikat diutus ke bumi untuk menjalankan sebuah misi.
Tetapi jatuh cinta terjadi di luar rencana...

Tiga malaikat diutus untuk membawa kebaikan ke dunia yang diselimuti kegelapan. Mereka adalah Gabriel sang kesatria, Ivy sang penyembuh, dan Bethany yang termuda dan paling mirip manusia. Ketiganya berupaya keras menyembunyikan ciri-ciri yang membedakan mereka dari manusia. Sebut saja pancaran cahaya yang luar biasa, kekuatan adimanusia, dan, yang paling menarik perhatian, sayap mereka. Di samping itu, mereka juga harus menghindari segala bentuk ikatan dengan manusia.

Tetapi apa mau dikata, Bethany bertemu dengan Xavier Woods dan keduanya tidak sanggup menghindari rasa tertarik satu sama lain. Gabriel dan Ivy berusaha sebisa mungkin untuk turun tangan. Namun, sepertinya ikatan antara Xavier dan Bethany kelewat kuat.

Misi malaikat begitu mendesak, kekuatan gelap pun tengah mengancam. Akankah cinta menghancurkan Bethany, ataukah menyelamatkannya?

***

"Aku tidak terlalu terkesan dengan bahasa manusia, karena sepertinya terbatas. Banyak yang tidak bisa kuutarakan dengan kata-kata. Itulah hal yang paling menyedihkan tentang manusia. Pikiran dan perasaan terpenting mereka sering kali tidak terutarakan dan tak dipahami."
--hal 20

Dikisahkan tiga malaikat turun ke bumi, tepatnya di Venus Cove, Georgia. Mereka adalah sang ksatria malaikat, Gabriel, gadis anggun yang selalu tampak tenang dan berbakat menjadi pendamai, Ivy, dan Bethany, malaikat baru dan yang termuda, yang masih mudah terpengaruh oleh dunia. Tugas mereka ke Venus Cove untuk menjadi cahaya karena diketahui kegelapan sudah menyebar di seluruh bumi dan malaikat diutus ke beberapa tempat.

"Karena sekarang kita adalah manusia, maka kita melakukan kesalahan."
--hal. 124

Bethany melakukan kesalahan dengan membiarkan hatinya tercuri oleh seorang pemuda tampan, kapten sekolah (mungkin kalau di sini ketua OSIS), atlet Rugby bernama Xavier Woods. Selain itu, dia melakukan hal terlarang yakni memberitahukan Xavier bahwa dirinya adalah malaikat. Betapa murkanya Gabriel dan dia pun harus mendiskusikan hal ini kepada anggota Covenant (perkumpulan malaikat tertinggi). Anehnya, bukannya mereka dipindahtugaskan namun pasangan tak terpisahkan ini justru dibiarkan saja. Ini merupakan angin segar bagi Bethany-Xavier meski cemas masih bergelayut, kebersamaan ini akan sampai kapan? Toh, bila misi para malaikat usai, mereka akan kembali ke Surga. Lalu Xavier?

"Masa depan bukan sesuatu yang harus ditakuti, tapi diperjuangkan."
--hal. 167


"Kadang-kadang lebih baik kalau kita tidak berusaha mencari satu titik. Hidup ini tidak hitam-putih. Selalu ada area abu-abu."
--hal. 187

"Kadang-kadang hal yang sederhanalah yang paling penting."
--hal. 206

"Laki-laki tidak memakai makeup kecuali ia banci atau anggota boyband."
--hal. 281


Muncullah sosok murid baru yang menurut gosip, harus dikeluarkan di sekolah sebelumnya karena pemuda ini memiliki kenakalan luar biasa. Kebetulan satu kelas Sastra dengan Bethany. Sejak kemunculannya, Bethany sudah merasakan ada yang aneh, tapi apa dia tak mengerti. Pemuda bernama Jake ini badboy, playboy tapi memikat. Jujur, saya lebih menyukai sosok Jake yang berpenampilan urakan tapi pujangga sejati ketimbang Xavier yang adalah siswa teladan terpopuler seantero Bryce Hamilton Academy. Karakternya lebih kuat. Alasannya bukan karena saya penyuka badboy. Bukan. Tapi sosok Xavier seolah tak bercela. Dia murni putih bagai malaikat padahal tiada manusia yang putih dan tiada yang benar-benar hitam. Kita bukan malaikat jadi kita memiliki sisi jahat maupun baik bukan? Begitu pun Jake. Sisi gelapnya memikat.

Konflik muncul seiring munculnya Jake. Saya yang awalnya lumayan bosan karena ini novel lebih kuat ke romance sejak halaman pertama hingga tiga ratusan yang terus saja mengisahkan tentang Xavier-Bethany yang begitu lengket dan lika-liku pergaulan remaja kini mendapat angin segar sejak munculnya Jake. Bryce Hamilton mulai memunculkan kecelakaan-kecelakaan mulai dari Koki yang terkena minyak panas, kecelakaan pada Grace, Xavier dan tindakan bunuh diri Taylah yang Bethany sinyalir Jake lah pelakunya.

Peperangan cahaya dan kegelapan pun dimulai. Jake sudah memiliki pengikut yang makin bertambah setiap harinya. Para pengikut itu seolah terhipnotis dan yang terparah sahabat Bethany pun terseret. Molly yang bertengkar dengan Bethany sejak meninggalnya Taylah tertarik pada Jake dan hampir saja dia celaka kalau bukan Bethany muncul dan berkorban untuk menggantikan posisinya.

"Tidak ada kata terlambat," kata Gabriel. "Harapan selalu ada."
--hal. 544

Kutipan di atas diberikan Gabriel kepada Jake di sela-sela peperangan mereka.

Menurut saya novel HALO ini belum memasuki konflik klimaks antara si hitam dan si putih. Seperti yang saya tuliskan di atas, lebih banyak porsi untuk Bethany yang masih hijau soal bumi. Cara dia menyesuaikan diri, memdapatkan sekelompok teman berkat Molly, bagaimana pergaulan anak sekolah--khususnya siswi--yang suka menggosipkan siswa-siswa tampan, mode paling in, dll juga hubungannya dengan Xavier yang menurutku berlebihan. Mereka saling bergantung dan seolah dunia milik berdua. Saya tak terlalu suka romansa yang berlebihan begini. Terlalu manis dan terlalu sempurna.

Oh, iya. Alurnya juga lambat sekaligus detail. Saya suka tulisan yang mendetail namun tak begitu suka alur yang lambatnya bukan main. Menurut saya dari 568 halaman buku ini, sebenarnya bisa dipadatkan lagi. Hal-hal yang tak perlu dimasukkan terlalu banyak dan cenderung membuat saya lumayan bosan membacanya di beberapa bagian. Kelebihannya adalah, novel ini menggunakan pov 1. Hanya pov 1 dan alurnya rapi. Jadi tak membuat saya bingung seperti saat saya membaca novel pov 1 yang si 'aku' banyak berflashback.

Tambahan. Endorsemen dari Amazon menurut saya sungguh berlebihan. Seperti tidak etis bila satu karya dibandingkan dengan karya lain. Seolah seperti iklan di tivi yang menjelekkan produk lain. Yah, meski dari segi cerita sama-sama mengangkat cinta terlarang sih. Dan jika saya ditanya lebih bagus mana antara Halo trilogi dengan Twilight, saya tak bisa menjawab. Saya belum secuilpun membaca Twilight. Cuma menonton filmnya. Sedang trilogi Halo, saya baru selesai buku satu. Coba nanti kalau sudah saya baca triloginya baru saya bisa sedikit berkomentar.

3 bintang dari 5 bintang untuk novel ini.

Review ini diikutikan dalam Read Big Challenge :
http://orybooks.blogspot.com/2014/12/master-post-read-big-challenge.htmlhttp://orybooks.blogspot.com/2014/12/master-post-read-big-challenge.html

Dan Young Adult Reading Challenge. Link: http://atriadanbuku.blogspot.com/2015/01/master-post-young-adult-reading.html

Selasa, 14 April 2015

[Review] FORGOTTEN




FORGOTTEN
Penulis : Cat Patrick
Penerbit : Mizan Fantasy
Terbit : Oktober 2012
Halaman : 336
Harga : 25,000 (nemu di Bursa Buku Mizan)
Sinopsis :
Pertama-tama, aku melihat senyumnya. Wajahnya tampak tak asing ... Aku mengaduk-aduk memori yang tersisa di otakku. Wajah itu tidak kutemukan di mana pun. Namun saat dia menyampirkan jaketnya di bahuku, tiba-tiba aku merasa begitu terlindungi ... Kehangatan tubuh dan aroma sabunnya, samar-samar membangkitkan kenangan tentang … seorang pria sempurna.

Tepat setiap pukul 04.33, sebagian besar memori London Lane akan terhapus dan dia hanya bisa mengingat masa depannya. Untuk membantu ingatannya, setiap malam, sebelum tidur, gadis itu selalu meninggalkan catatan tentang kejadian hari itu untuk dirinya di esok hari.

Saat London bertemu dengan Luke Henry, kehidupannya mulai berubah. Nama itu tak pernah ada dalam catatannya, namun dia merasa mengenalnya. Luke selalu hadir setiap London membutuhkannya. Sejak pertemuan itu, London semakin sering dihantui mimpi aneh tentang keluarganya. Kepingan-kepingan mimpi itu telah membawanya pada sebuah rahasia yang selama ini tersimpan rapat. Rahasia besar yang akan mengubah jalan hidup London.


***

Ide cerita orang yang bisa melihat masa depan memang lumayan sering ditemukan, namun tokoh utama yang CUMA bisa melihat masa depan dan setelah pukul 04.33 pagi semua memori yang sudah dialami selama 1 hari penuh hilang. Seolah dia adalah gadis amnesia yang kenangannya ter-reset otomatis.

Cara dia 'seolah' tetap bisa dianggap normal adalah, dengan mencatat semua hal yang sudah dia lalui dan mencatat hal yang akan terjadi esok hari berikut pakaian dan buku-buku pelajaran apa yang akan dibawa besok. Dia mampu mengenali orang-orang di sekelilingnya lewat memori masa depan sehingga semua orang tidak tahu tentang kelainan yang dia alami.

Suatu ketika dia bertemu dengan Luke. Cowok yang dianggap aneh oleh sahabatnya, Jamie namun di matanya selalu memesona. Anehnya, London Lake tak pernah bisa melihat Luke di masa depan. Usut punya usut dia akhirnya tahu kenapa. Dan London juga akhirnya mengetahui rahasia besar tentang apa penyebab dia menjadi seperti sekarang sejak usianya 6 tahun.

Aku menikmati diksi yang dipilih Cat. Tak terasa terlalu baku--karena aku sering menemui novel terjemahan yang bahasanya bikin malas dibaca karena terlalu baku dan kaku--dan tak terlalu nge-teenlit meski sang tokoh utama adalah anak SMU.

Selain itu, tokoh terfavoritku adalah Luke. Meski dia tak digambarkan sebagai cowok populer seperti halnya banyak novel tulis, tapi keromantisan-keromantisan yang Luke lakukan tidak berlebihan dan tidal terlalu menjadi cowok sok ja'im, sok keren atau sok cool. Kalau diibaratkan, Luke adalah pemuda gentleman. Dan kedua adalah Jamie, sang sahabat yang juga tahu akan kelebihan--atau kekurangan--London tapi salutnya, Jamie malah tidak suka diberitahu tentang masa depannya. Dia menyukai kejutan dan menjadi sangat marah saat London memberitahu tentang nasib tragis hubungannya kelak dengan guru yang diam-diam menjalin hubungan dengannya. Tak seperti kebanyakan cewek seksi, cantik, doyan fashion dan populer di novel lain yang seringnya menjadi sosok sombong tak menyenangkan sekaligus rival sang tokoh utama, Jamie malah menjadi satu-satunya sahabat London. Bahkan saat dia marah sekalipun, dia tetap mau membantu London mencari keberadaan ayahnya.

Cerita dalam Forgotten ini cukup menasehatiku yang memiliki sifat suka diberitahu di depan. Tidak suka pada kejutan dan lebih suka diberi spoiler. Aku berandai-andai kalau aku di posisi Jamie pasti akan sering bertanya masa depanku bagaimana, seperti apa dan apa yang harus kulakukan supaya kelak bisa sukses dan jauh dari masalah. Harusnya, manusia itu melakukan hal sebaik-baiknya di hari ini, dan pastilah akan mempengaruhi masa depan. Kejutan-kejutan di masa yang akan datang biarlah tetap menjadi rahasia. Dan kesalahan yang terjadi di masa lalu biarlah menjadi suatu pelajaran.

Bintang 3 untuk Forgotten.

Review ini diikutkan dalam Young Adult Reading Challenge. Link: http://atriadanbuku.blogspot.com/2015/01/master-post-young-adult-reading.html

Sabtu, 28 Februari 2015

[Review] Girls in the Dark





Judul Buku : Girls in the Dark
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerjemah : Andry Setiawan
Penerbit : Haru
Terbit : Mei 2014
ISBN : 978-602-7742-31-4
Tebal : 279 halaman
Sinopsis :
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu?
Gadis itu mati.
Ketua klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga Lily.
Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkharisma itu.
Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi….
Kau pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

~o0o~

Satu kata yang saya gumamkan sehabis membaca adalah, “Yes! Ketebak.” Hehehe… Yah, walau nebak si ‘itu’ lah tersangkanya setelah baca sampai hampir selesai sih. Alasan saya curiga pada pada si ‘itu’ adalah dari enam anggota klub Sastra—minus sang Ketua, Itsumi karena meninggal—hanya dia yang nggak dituduh para anggotanya. Selain Itsumi, dialah yang selalu mendapat kesan positif dalam cerita yang dikarang oleh masing-masing anggota. Dan sesuai dengan apa yang saya anut, ‘Penjahat itu biasanya malah orang yang paling dianggap baik’, makanya saya menuduh dia.

Biasanya saya akan menuliskan satu-satu ceritanya tapi untuk kali ini tidak, daripada ujung-ujungnya spoiler. Ringkasnya adalah dalam klub Sastra ada 7 orang siswi yang tergabung. Shiraishi Itsumi sebagai ketua dan Sumikawa Sayuri sebagai wakilnya lalu anggotanya adalah sebagai berikut:

1. Nitani Mirei, kelas 1-A

Dia satu-satunya siswi beasiswa di SMA Putri Katolik Santa Maria. Dia terpilih mendapatkan beasiswa karena pintar dan tergolong tidak mampu. Di naskah yang dia tulis, Nitani menjelaskan betapa dia memiliki keluarga yang serba berkekurangan. Karena latar belakangnya itu pulalah dia merasa tersisih dan tak memiliki teman. Namun setelah diundang Itsumi untuk bergabung di klub Sastra, dia mulai percaya diri. Dia menuliskan betapa dia berhutang budi pada Itsumi karena sudah diajak bergabung dengan klub paling bergengsi di sekolah yang anggota tidak boleh sembarang orang. Yang dipilih Itsumi lah yang bisa bergabung.

2. Kominami Akane, kelas 2-B
Dia ahli memasak. Putri dari seorang pemilik restoran yang sudah dikenal melegenda. Dia terang-terangan menuliskan dalam cerpennya bahwa dia sebelum diajak bergabung dengan Itsumi, sangat membenci gadis itu karena dianggapnya terlalu sempurna. Namun belakangan, Akane menceritakan akan kebaikan-kebaikan Itsumi yang mau membantunya memfasilitasi hobi Akane. Tak seperti yang lain, Akane mau bergabung karena dia melihat dapur di ruang Klub Sastra sangat lengkap dan mewah.

3. Diana Detcheva, murid internasional
Diana siswa dari desa Rebagrad yang terletak di kaki pegunungan Balkan, Bulgaria. Dai mengenal Itsumi karena kebetulan saudara kembarnya adalah Tour Guide-nya Itsumi sewaktu gadis itu bersama Hojo-sensei berlibur ke Bulgaria. Dia menaruh hati pada Itsumi maka dari itu dia sangat bahagia ketika mendapatkan tawaran untuk bersekolah di Jepang. Sebenarnya tawaran itu adalah milik Ema, saudara kembarnya namun karena Ema mengalami kecelakaan, Diana lah yang berangkat.

4. Koga Sonoko, 3-B

Baca cerpen yang ditulis Koga, aku malah berasa seperti membaca tulisan detektif. Dia rinci menuliskan dengan sistem 5W1H. Dia cerdas dalam menuliskan analisisnya. Dan di sini saya menemukan bahwa dia tidak tertarik di dunia sastra malah sangat concern di sains dan bercita-citaingin seperti ayahnya—dokter. Lantas kenapa dia mau bergabung ke klub Sastra? Anehnya lagi, naskah yang awal-awalnya begitu realistis, sistematis khas Koga, ujung-ujungnya malah menyangkut ke hal mistis. Bukan Koga sekali.

5. Takaoka Shinyo, kelas 2-C

Dia adalah murid yang popular setelah novelnya Kimi-kage Shou melejit, laris manis. Karena dia seorang penulis itulah, dia diundang untuk bergabung ke dalam Klub Sastra. Begitu terkenalnya novel yang dia buat hingga banyak tawaran untuk diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Namun dia menolak mentah-mentah dengan alas an yang menurut saya terlalu picik. Akan tetapi setelah saya mengetahui ending-nya saya paham kenapa dia menolak mentah-mentah.

Setelah lima anggota itu masing-masing membacakan analisis mereka, giliran Sayuri selaku ketua—yang ditunjuk menggantikan Itsumi—membacakan naskah yang dibuatnya. Alangkah terkejutnya semua anggota. Begitu pula dengan saya meski sebelumnya saya sudah berasumsi bahwa apa memang dalangnya si ‘itu’ tapi saya tak habis pikir dengan alasan si ‘itu’—yang mengaku sendiri—kenapa sampai membunuh.

Intinya saya suka dengan ending yang mengejutkan yang ditulis oleh Akiyoshi Rikako ini. Namun agak tidak suka di bagian Shinyo yang gaya penulisannya dibuat ‘gaul’ biar kerasa anak muda banget tapi malah jatuhnya kaku, langsung dalam benak saya bilang, ‘masa yang kayak begini sih diksi yang dipakai si novelis tenar?’ juga pembacaan naskah bagian Koga yang berasa jadi menjatuhkan karakter. Kenapa? Karena Koga yang rasionalnya kuat, eh, malah analisisnya ngaco dengan bawa-bawa makhluk mistis segala.

Jumat, 27 Februari 2015

[Master Post] Young Adult Reading Challenge 2015




Hai, selamat malam.

Hari ini saya mau nge-post Master Post untuk Young Adult Reading Challenge 2015. Kok telat sih , Tria? He..he..berhubung baru serah terimanya tanggal 1 Januari, saya pun kebingungan membuat banner untuk RC ini.

Kok ada kata “serah terima” sih? Hm.. Jadi gini *pasang gaya ala salesman*

Young Adult Reading Challenge ini awalnya di-hosting oleh Mbak Tammy @ Tea Time and Book pada 2014 yang lalu. Tapi ternyata di 2015 ini, Mbak Tammy ada kendala sehingga menawarkan kepada siapapun yang ingin mengadopsi Reading Challenge tersebut. Saya yang memang sedang ingin berpartisipasi menjadi host RC langsung deh menyambar kesempatan itu. Jadilah sekarang saya sebagai ibu asuh baru RC ini.

Nah, untuk yang sudah mengikuti RC ini sejak 2014. Tenang saja, tidak ada perubahan yang berarti di dalam aturannya, kok. *bilang aja gak pengin ribet, Tria. He..he..*Jadi bagi yang mau tetap lanjut berpartisipasi silakan lho (^_^)


Bagi yang baru berpartisipasi di 2015 ini, berikut aturan mainnya:

1. Memasang Banner RC ini di sidebar blog kamu yang ditautbalikkan ke postingan ini selama event berlangsung mulai dari bulan Januari sampai akhir Desember 2015.

2. Buku yang dibaca hanya bergenre YOUNG ADULT dan diharapkan untuk menulis review.

3. Review dipost di blog (tidak bisa di notes FB ataupun di Goodreads)

4. Pendaftaran dibuka sampai akhir November 2015

5. Buku yang dibaca boleh e-book

6. Boleh reread asalkan membuat review baru.

7. Wajib membuat master post. Link master post ditulis di kolom komentar di postingan ini ya. Ini saya jadikan patokan jumlah peserta yang mengikuti RC ini.

8. Wajib membuat wrap up post/rekap saat event selesai (Link untuk menyetor Wrap-Up post akan diinfokan pada Desember 2015)

9. Boleh menggabungkan RC ini dengan RC lainnya.

10. RC ini hanya untuk peserta dengan alamat di wilayah Indonesia saja.

11. Review yang disetorkan hanya yang dipost pada tahun 2015.

Giveaway Young Adult Reading Challenge 2015:

1. Voucher buku untuk 2 peserta dengan review terbanyak
akan mendapatkan masing-masing sebesar Rp 85.000 (pemenang pertama) dan Rp. 75.000 (pemenang kedua) untuk toko buku online di wilayah Indonesia. Yang akan diundi adalah semua buku peserta yang sudah mendaftarkan diri terlebih dahulu, jika blognya tidak didaftarkan maka kesempatan untuk diundi tidak ada.
2. Setiap 3 bulan sekali, saya akan mengundi 1 pemenang yang akan mendapatkan paket buku dari saya. Hadiahnya berasal dari koleksi pribadi saya. Jadi tidak bisa dipilih ya (^_^)v
3. Giveaway tambahan bisa sewaktu-waktu saya adakan jika ada yang mensponsori. Jadi do’akan rezeki My Little Library bisa semakin baik ya (^_^)

Nah, untuk definisi Young Adult, Goodreads menyebutkan;
Young-adult fiction (often abbreviated as YA) is fiction written for, published for, or marketed to adolescents and young adults, roughly ages 13 to 21.
Young-adult fiction, whether in the form of novels or short stories, has distinct attributes that distinguish it from the other age categories of fiction. The vast majority of YA stories portray an adolescent as the protagonist, rather than an adult or a child. The subject matter and story lines are typically consistent with the age and experience of the main character, but beyond that YA stories span the entire spectrum of fiction genres. The settings of YA stories are limited only by the imagination and skill of the author.

Themes in YA stories often focus on the challenges of youth, so much so that the entire age category is sometimes referred to as problem novels or coming of age novel. Writing styles of YA stories range widely, from the richness of literary style to the clarity and speed of the unobtrusive. Despite its unique characteristics, YA shares the fundamental elements of fiction with other stories: character, plot, setting, theme, and style.
Itu berarti teenlit pun masuk ke dalam genre Young Adult. Selama tokohnya belum anak kantoran dan masih sekolah atau kuliah, saya rasa novel itu bisa masuk genre Young Adult (^_^)v. Intinya selama bukan buku anak dan bukan juga buku dewasa. Jadi, fleksibel aja deh. Tidak perlu dibuat ribet. He..he.. *Host macam apa ini*

Oiya, dan berhubung saya gaptek maka saya tidak memanfaatkan fasilitas linky dan semacamnya untuk merekap peserta dan reviewnya. Jadi jangan lupa untuk posting master post kamu dan cantumkan linknya di kolom komentar. Selain itu, setiap 3 bulan, saya akan membuat postingan terkait Young Adult Reading Challenge 2015 agar teman-teman bisa mengupdate link review di postingan tersebut. (^_^).

Jika ada pertanyaan terkait RC ini sila menghubungi saya di twitter @atriasartika atau via email ke anora.widad@gmail.com

Selamat membaca dan memenuhi challenge ini ya (^_^)

Indonesian Romance Reading Challenge


[UPDATE] Indonesian Romance Reading Challenge 2015
Selamat hari Rabu ^^ Semoga nggak bosan ya dengan kehadiranku di blog ini, hehe. Jadi, setelah kemarin Kak Sulis @ Kubikel Romance menyatakan bahwa dia nggak bisa lagi jadi host Indonesian Romance Reading Challenge, aku mulai sedikit kecewa. Karena jauh-jauh hari, aku menargetkan IRRC bakal jadi RC tetap yang bakal kujalani. Akhirnya, setelah mencoba menawarkan diri dan berdiskusi dengan penawar lainnya—Kak Mei—akulah yang tahun ini mendapat jatah tongkat estafet itu, hehe. Semoga, teman-teman masih berkenan ya ^^

Jadi, setelah mendapat kepercayaan dari Kak Sulis ini, aku akan melanjutkan IRRC 2015. Peraturannya nggak beda jauh dengan tahun lalu, hanya ada beberapa perbaikan agar reading challenges yang satu ini bisa sedikit sempurna. Untuk teman-teman yang mau ikut, aku dengan senang hati menyambutnya. Yuk disimak peraturan untuk IRRC 2015 ini. Jika ada yang kurang paham dan ingin ditanyakan, silahkan tanya lewat kolom komentar ya ;



RULES

1. Indonesian Romance Reading Challenge ini berdurasi selama satu tahun, dimulai dari bulan Januari sampai Desember 2015.
2. Memasang button IRRC 2015 di sidebar blog kalian dan memberikan tautan balik ke link postingan ini.
3. Disarankan membuat master post dan menautbalikkan ke link post ini. Dan pada akhir tantangan, dipersilahkan membuat wrap-up post sebagai rekap hasil bacaan selama setahun ini.
4. Syarat buku bacaan yang dapat diikutkan dalam IRRC 2015 ini adalah:

Buku yang dibaca adalah buku fiksi bergenre romance, boleh berupa novel, antologi, kumpulan cerpen, novella, dan sejenisnya; bukan komik dan buku nonfiksi.
Buku yang dibaca harus buku karya pengarang Indonesia, bukan buku terjemahan karya pengarang luar negeri.
Buku yang dibaca boleh terbitan dari tahun kapan pun, penerbit mana pun, asal masih memiliki nuansa romance di dalamnya.
Diperbolehkan re-read atau membaca ulang.
Diharuskan menyelesaikan bacaan dan membuat review. Review dapat ditulis di blog (tidak harus blog buku, tapi masih merupakan blog aktif), notes Facebook, atau review Goodreads.
Buku-buku yang dibaca boleh digabung dengan reading challenges lain yang teman-teman ikuti.
5. Teman-teman dapat memilih level challenge IRRC 2015 berikut ini :

Fling : membaca 1 – 5 buku
First Date : membaca 6 – 10 buku
Going Steady : membaca 11 – 20 buku
Engaged : membaca 21 – 30 buku
Married : membaca > 31 buku
Naik level diperbolehkan. Mohon untuk memberitahukan lewat kolom komentar jika teman-teman berencana naik level.
6. Pendaftaran dibuka mulai hari ini, 7 Januari 2015 sampai 30 November 2015. Kalian bisa mendaftarkan diri dengan menuliskan nama dan blog di Mr. Linky yang disediakan.

Giveaway Indonesian Romance Reading Challenge 2015

1. Di akhir acara, akan dipilih 2 (DUA) orang yang menyelesaikan tantangan dengan jumlah buku bacaan terbanyak. Hadiah yang aku sediakan adalah voucher buku sebesar Rp100.000 (untuk pemenang pertama) dan Rp75.000 (untuk pemenang kedua). Artinya, hadiah hanya berlaku bagi peserta yang berada di wilayah Indonesia saja.
2. Link blog post untuk review akan aku buka tiap dua bulan sekali, kalian bisa menyetorkan link review dari bulan tersebut ke link blog post bulanan yang aku buat. Giveaway akan aku buat 3 (TIGA) bulan sekali dengan hadiah berupa buku-buku dari rak pribadiku. Akan aku usahakan bukunya masih berkondisi baik, karena beberapa buku ada yang double atau nggak aku baca sama sekali, hehe.
3. Doakan saja ya kalau ada rezeki lebih banyak, mungkin ada penambahan hadiah. Dipersilahkan untuk kalian yang ingin menjadi donatur, dengan lapang dada aku akan menerimanya.

Jika ada masih yang kurang dimengerti dan ingin ditanyakan, silahkan layangkan pertanyaan di kolom komentar postingan ini, atau ke twitter @asysyifaahs, atau via surel asysyifaahs[at]yahoo[dot]com. Terakhir, jangan lupa ikutan ya, dan meriahkan IRRC 2015 ini ^^

Aster link penyelenggara : http://asysyifaahsbook.blogspot.com/2015/01/update-indonesian-romance-reading.html

Minggu, 22 Februari 2015

[Review] Supernova #4: Partikel



• Penulis : Dee Lestari
• ISBN : 978-6028811743
• Tebal : viii + 500 Halaman
• Berat : 600 gram

Sinopsis:
Di pinggir Kota Bogor, dekat sebuah kampung bernama Batu Luhur, seorang anak bernama Zarah, dan adiknya, Hara, dibesarkan secara tidak konvensional oleh ayahnya, dosen sekaligus ahli mikologi bernama Firas. Cara Firas mendidik anak-anaknya mengundang pertentangan dari keluarganya sendiri.

Di balik itu semua, masih tersimpan berlapis misteri, di antaranya hubungan khusus Firas dan sebuah tempat angker yang ditakuti warga kampung. Tragedi demi tragedi yang menimpa keluarganya akhirnya membawa Zarah ke sebuah pelarian sekaligus pencarian panjang.

Di konservasi orang utan Tanjung Puting, Zarah menemukan keluarga baru dan kedekatannya kembali dengan alam. Namun, bakat fotografinya membawa Zarah lebih jauh dari yang ia duga. Di London, tempat Zarah akhirnya bermarkas, ia menemukan segalanya. Cinta, persahabatan, pengkhianatan. Termasuk petunjuk penting yang membawa titik terang bagi pencariannya.

Sementara itu, di Kota Bandung, Elektra dan Bodhi akhirnya bertemu. Secara bersamaan, keduanya mulai mengingat siapa diri mereka sesungguhnya.
***

Partikel adalah novel pertama dalam seri Supernova yang saya baca. Hasil dari meminjam novel milik seorang teman yang bahkan mengoleksi seri-seri awal novel Supernova yang dijual dan dicetak secara indie oleh Dee Lestari sewaktu dia—teman saya—tinggal di Bandung. Dulu, sewaktu dia memamerkan koleksi Supernova miliknya—kala itu saya masih SMP, saya tidak begitu tertarik karena teramat berat bagi otak saya untuk mencerna isi yang tertuang dalam novel Ksatria, Putri dan Bintang jatuh. Sampai sekarang pun saya masih tetap merasa seri pertama Supernova ini memang yang paling susah dicerna.

Sejak membaca Partikel yang sejak bab I, membuat saya tidak bisa tutup buku meski mata ini ngantuk. Sejak itu saya jadi mencintai karya-karya Dee Lestari. Partikel begitu istimewa menurut saya. Riset mbak Dee yang begitu mendalam seolah mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang dialami Zarah, membuat saya terpukau. Mbak Dee sangat detail dalam menuliskan latar tempat entah di lingkungan masa kecil Zarah yakni Batu Luhur, Bukit Jambul, Tanjung Putting dan suasana di Eropa sana. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama yakni Zarah semakin membuat pembaca ikut hanyut dan merasakan sendiri rasanya menjadi seorang Zarah. Isi dalam novel ini juga sangat informatif. Saya menemukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak saya ketahui. Namun di hampir akhir cerita, saya cukup bosan membacanya--di bagian percakapan Zarah dan Simon--karena saya merasa seperti membaca buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Hehehe~ Teori-teori atau penjelasan dalam percakapan itu susah ditangkap. Mungkin sayanya saja yang lola.

Diceritakan bahwa Zarah adalah putri dari keluarga terpandang di desanya Batu Luhur, Bogor. Kakeknya adalah tokoh agama keturunan Arab yang dihormati penduduk setempat, lalu sang ayah yang adalah penduduk asli Batu Luhur yatim piatu yang diadopsi oleh Kakek Zarah. Sang ayah yang adalah lulusan Institut Pertanian Bogor sudah menjadi dewa penyelamat kampungnya dengan memberikan solusi-solusi jitu pada warga kampung dalam hal pertanian sehingga dapat memajukan kampung. Nekat memperistri adik angkatnya sendiri adalah pemberontakan pertama Firas, ayah Zarah. Hal itu jugalah awal yang membuat hubungan Abah dan Firas renggang.

Sejak kecil, Zarah lebih dekat dengan ayah daripada ibunya. Dia sering bersitegang dengan ibu, abah juga uminya apalagi setelah sang ayah menghilang. Dan karena sang ayah sudah seperti guru baginya, Zarah juga harus dipaksa untuk mau sekolah. Sampai diiming-imingi mainan oleh uminya. Di sekolah pun Zarah juga susah untuk bergaul. Dia yang punya pemikiran unik menjadi seperti alien di tengah-tengah remaja normal. Berikut percakapan yang langsung membuat saya tergelak:

“Kamu ibadah di mana dong, Zarah?”
“Di kebun.”
“Sembahyang di alam terbuka, maksudnya?”
Aku mengangguk.
“Jangan-jangan, kamu sebetulnya aliran animism-dinamisme gitu, ya?”
Apa pula itu? Aku mengangguk saja.
“Kamu menyembah apa?”
“Jamur.”

Inilah alasan Zarah berkata demikian:












Perjalanan hidup Zarah membuat pembaca—yakni saya—terus tertarik untuk lanjut membaca. Sedari kecil, saat sekolah, pengalamannya di Bukit Jambul yang menurut ayahnya ada tempat di mana alien turun ke bumi hingga dia memenangkan lomba fotografi dan sampailah di Tanjung Puting lalu menetap di sana selama beberapa tahun menjadi ibu yang merawat orang utan bernama Sarah, sekaligus terus melanjutkan hobinya memfoto alam membuat saya bisa membayangkan dengan jelas bagaimana kehidupan di pedalaman khususnya di kamp penyelematan orang utan. Selanjutnya pengalaman hidupnya bergulir hingga dia di London, Inggris. Bekerja untuk Paul, orang yang dikenalnya saat berada di Kalimantan, berkenal dengan seorang laki-laki, berhubungan dengannya hingga akhirnya harus sakit hati karena dikhianati. Di akhir kisah Zarah dia dibuat penasaran oleh sebuah surat yang dia temukan di jurnal milik ayahnya yang diawali dengan, untuk: Partikel. Zarah tahu, partikel yang dimaksud di sini adalah dirinya. Karena kata sang ayah Zarah berarti unsur terhalus dalam setiap benda.



Dalam novel ini, perjalanan hidup Zarah adalah sebuah paket lengkap. Ketika Anda membaca novel ini, maka akan ada tangis haru, rasa sebal, sedih, penasaran, tertohok, geli karena tingkah Zarah yang kadang memang lucu—menurut saya—lalu ada banyak sekali point yang bisa dipetik.



Oh, ya… Bagi penikmat Supernova di buku sebelumnya. Ada satu bab di paling akhir. Dituliskan akhirnya Bodhi (tokoh dalam Akar) bertemu dengan Elektra (tokoh dalam Petir).



Berikut adalah kalimat-kalimat yang saya suka (sengaja di capture biar pada penasaran #evillaught) :
Hal. 9

Hal. 126

Hal. 194

Hal. 196

Hal. 280

Hal. 313

Hal. 326

Hal. 468







(Review ini diikutkan dalam Read Big Challenge: http://orybooks.blogspot.com/2014/12/master-post-read-big-challenge.htmlhttp://orybooks.blogspot.com/2014/12/master-post-read-big-challenge.html )

Senin, 21 April 2014

[Short Story Reading Challenge] Sepanjang Musim




Spesifikasi Buku
Judul : Sepanjang Musim
Penulis : Karina Ayu Pradita, Garai Rakai Sambu, Asya Azalea, Aveus Har, Ovita Sari, Bagas Prasetyadi
Penerbit : Media Pressindo, 2013
Penyunting : Fatimah Azzahrah
Jmlh. Halaman : 184 halaman
Sinopsis :
Kamu dan aku terjalin dalam rangkaian musim. Menumbuh dalam satu rasa yang disebut cinta. Berbahagia dalam dimensi yang kita pahami sendiri.
Tapi, rupa-rupanya musim selalu bergulir.
Ada kalanya tandus menyelimuti setiap ujaranmu. Ada kalanya gerimis berjatuhan pada sepasang mataku. Ada kalanya kamu perlu meliburkan curahan sayangmu meski musim liburan masih jauh. Ada kalanya aku lebih tergiur pada aroma setumpuk durian daripada aroma tubuhmu. Ada kalanya… kita tak sejalan kemudian memelihara kesakitan.
Tapi tak perlu terjebak dalam ruang khawatir.
Memang begitulah siklusnya. Kita bahagia, sakit llu bahagia lagi. Begitulah caramu dan caraku, mungkin juga cara miliaran manusia lainnya untuk menemani musim musim. Sepanjang musim…
Sebut saja ini kumpulan kisah sederhana, kumpulan kontemplasi, mungkin juga kumpulan cara memaknai cinta…
***

1. Before the Rain
Karina Ayu Pradita sukses bikin saya gemes dan kepingin jitak tokoh cowok di sini. Kok ya nggak gentle banget ya jadi orang. Memangnya bisa hanya mengamati saja tanpa mau maju lantas mendapatkan cewek yang ditaksir? Namun akhirnya saya menyadari, berteori itu mudah tapi mempraktekan sungguh susah apalagi dulu saya juga pernah mengalami hal seperti itu hingga akhirnya dengan penuh penyesalan saya harus merelakan ‘dia’ bersama yang lain. (Kenapa ujung-ujungnya malah curhat sih?)

2. After the Rain
Sepertinya di cerita sebelumnya Karina Ayu Pradita sengaja menggantung cerita agar cerita kedua ini bisa ditulis. Di sini, penulis menuliskan dari sudut pandang si cewek yang di cerita pertama menjadi objek pengamatan cowok pengecut yang menaksir dia. Di sini Kemala yang memiliki masa lalu menyakitkan akan hubungannya dengan seorang cowok membuat gadis ini takut untuk memulai lembaran baru. Pesan-pesan singkat yang sebenarnya sangat simple dari cowok toko depan membuatnya akhirnya memilih bahwa dia memang harus move on.

3. Selamat Datang, Cinta
Garai Rakai Sambu, penulis cowok yang menulis dari sudut pandang cewek. Ceritanya unik dan terkadang bikin senyum-senyum sendiri karena si cowok misterius yang nggak sengaja Nia temui cukup kuat karakternya. Mereka sama-sama tak saling mengenal dan dalam setiap kejadian mereka juga tak saling memperkenalkan diri namun mereka seperti memiliki chemistry. Nia yang kekanakan dan berpikiran pendek ingin mengakhiri hidup namun harus selalu terhalang oleh cowok misterius ini. Dan yang paling saya suka adalah cara cowok ini menghalangi Nia bunuh diri nggak pasaran. Dia nggak terang-terangan menghalangi tapi malah yah… kalau penasaran silakan baca sendiri. Hehehe…

4. Sesederhana Cinta
Simpel tapi manis sekaligus bikin senyum ketika selesai saya baca. Asya Azalea menuliskan dengan gaya bahasa yang ringan jadi yang suka baca untuk sekedar dibuat hiburan silakan dibaca buku ini. Tapi… Ada hal yang saya temukan dan bisa jadi bahan belajar di sini. Terkadang alasan sederhana pun bisa berdampak besar. Seperti di cerita ini. Si cewek yang begitu menggilai Durian merasa tak menemukan chemistry pada pacarnya karena sang pacar malah membenci buah favoritnya itu hingga akhirnya dia menemukan seseorang yang sama-sama menyukai buah itu dan dia bisa menjadi dirinya sendiri. Dan ternyata, sang pacar juga merasakan hal yang sama.

5. Cinta di Ujung Senja
Ini karya Aveus Har yang membuat saya trenyuh. Mereka sudah tua renta dan bahkan salah satunya sudah pikun tapi rasa cinta tak pudar juga. Hanya janji yang selalu dipegang si neneklah yang membuatnya bertahan menanti. Dan akhirnya karena pertolongan kekasih sang cuculah sebuah rahasia keluarga yang tersimpan lama terkuak sudah. Pasangan yang sama-sama saling menanti bertemu.

6. Bola Cinta
Ovita Sari membuat saya membaca kisah diri sendiri. Seorang gadis tomboy yang mulanya tak menyukai bola namun akhirnya menjadi gila bola ketularan sosok Bayu. Kania Rahmanda mirip saya. Dikelilingi teman-teman yang mayoritas cowok dan… endingnya juga sama kayak saya. Nggak berakhir bahagia.

7. Pulang ke Hatimu
Musim liburan pas lebaran jadi setting yang pas di cerpen karya Garai Rakai Sambu ini. Cinta pada pandangan pertama yang terjadi di antara dua orang yang tak pernah saling mengenal ini membuat saya mengerti betapa cinta tak memerlukan waktu lama untuk tumbuh. Mereka berdua seolah memang ditakdirkan untuk bersama karena tahun selanjutnya meski janji bertemu kembali di gerbong kereta tak bisa dipenuhi oleh sang gadis tapi mereka dipertemukan dengan cara lain.

8. Tentang Hak Pilih
“Cinta yang tidak terucap ternyata jauh lebih punya arti.” (hal. 107)
Salah satu quote yang kena telak di hati. Terkadang perasaan tak perlu diungkapkan. Menurut saya bukan Karena terlalu pengecut tapi kadang kalau sebuah perasaan sudah terungkap malah merusak segalanya—persahabatan misalnya.
Pasti komentar di atas agak tidak nyambung dengan isi cerita yang dibuat Asya Azalea. Di sini ditulis dari sudut pandang seorang istri yang jenuh oleh suami yang selalu memikirkan sang mantan. Dia sudah lelah bersabar dan akhirnya memilih untuk bercerai. Tapi ending-nya, akhirnya dalam igauan sang suami, dia menyebutkan nama istrinya bukan sang mantan sehingga pembaca dibiarkan menebak apakah sang istri jadi bercerai atau tidak. Soalnya sang istri masih menyimpan perasaan sayang pada suaminya.

9. Harusnya Kita Putus
Saya kira Ame akan bernasib sama dengan kedua sahabatnya rupa-rupanya… Cerita yang sederhana dan tak tertebak juga manis. Kadang-kadang pacaran itu dijadikan alasan beberapa orang—termasuk orang tua—menjadi penghalang naiknya prestasi sekolah. Padahal kan itu tergantung masing-masing individunya. Aveus Har berhasil bikin saya mengingat kembali masa-masa sekolah dulu.

10. Musim Termanis
Si kembar indentik Rendy dan Randy berhasil bikin saya senyum-senyum waktu baca. Dua pribadi berwujud nyaris sama tapi berkarakter beda. Entah kenapa saya suka dengan karakter Randy daripada sang tokoh ‘aku’ Rendy. Karakter Randy lebih unik. Ketengilannya yang bikin senyum.

11. Wake Me Up When September End
Saat membaca, di awal agak kurang mengerti apa penyakit Tari karena tampknya dia baik-baik saja dalam segi fisik. Terus di cerpen-cerpen sebelunya semua memakai sudut pandang pertama tadi ini tidak. Jadi agak kurang bisa merasakan perasaan Tari. Interaksinya dengan Rangga saat tahun baru pun dipercepat jadi kurang jelas apa yang membuat keduanya cocok—selain nasib yang hampir mirip tentunya.

12. Moonlight Becomes Sunshine
Ini cerpen kedua Bagas. Dan ternyata merupakan kelanjutan dari cerpen Wake Me Up When September End. Ini ditilik dari sisi Rangga. Kehidupannya diceritain dan… lagi-lagi saya merasa kesedihan, kemalangan seorang Rangga kurang tersampaikan. Saya tak bisa merasakan kesedihan kehilang seluruh anggota keluarga sewaktu membaca cerita ini.

Minggu, 06 April 2014

[Short Story Reading Challenge] Biasa Bercerita




-Spesifikasi Buku-
Judul : Biasa Bercerita
Penulis : Nana Tedja
Penerbit : Esensi - Erlangga Group
Sinopsis :
"Aku ingin membunuh Ayah!" Kalau seorang laki-laki mengatakan ini, Sangkuriang misalnya, maka hal ini sudah tidak mengherankan lagi. Malah sudah semestinya begitu, paling tidak dalam fiksi. Inilah yang disebut arketipe sastra itu, atau klise sastra patriarki. Bahkan Jim Morrison dari The Doors pun yang meneriakkannya! Membunuh bapak, maka aku ada. Makanya, bunuhlah bapakmu, Nana! Lantas bagaimana dengan Ayu Utami dan Djenar? Mereka! Hahaha...
-Saut Situmorang

Para Bapak, bacalah karya Nana Tedja. Jangan nggak. Daripada dibunuh anak.
-Arswendo Atmowiloto

Dan Endorsemen yang lain... (Reviewer males ngetik #plak :P )
***

Tak ada blurb di belakang buku. Hanya berderet-deret endorsemen dari orang-orang terkemuka, membuat saya tergelitik untuk mencomot buku ini dan dibaca langsung di Perpusda--karena dengan bodohnya saya meninggalkan kartu anggota sehingga tak bisa membawanya pulang.

Buku ini menarik. Cerita di dalamnya beberapa tak tertebak dan memiliki nilai positif yang bisa dipetik. Dan hanya perlu waktu membaca sekitar 2 jam untuk bisa menyelesaikan bacaan ini karena bukunya lumayan mungil dengan isi 9 cerpen saja dengan judul-judul sebagai berikut :
1. Ayah Durhaka
2. Buku Biru
3. Lilin-lilin Kecil
4. Para Pembantu
5. Keyakinan Wage
6. Karma Sudra
7. Hadiah Ultah untuk Papa
8. Cerita Dokter Ardi
9. Si Cantik Medeline

Saya membuka buku ini dan langsung melahap cerpen pertama yang berjudul, "Ayah Durhaka". Menceritakan tentang sebuah keluarga yang memiliki seorang kepala keluarga yang keras, kasar dan egois. Anak sulung berusaha membujuk sang adik yang bekerja di Singapore untuk pulang. Namun setelah mau pulang, dia malah dimaki-maki ayahnya karena tak pernah mau pulang. Karena memiliki ayah seperti itu pula si adik ini selalu berganti-ganti pacar. Dia memiliki dendam dan trauma tersendiri pada ayahnya.

Di sini saya mampu melihat betapa kebencian gadis ini begitu dalam hingga dia begitu ingin membunuh sang ayah yang untungnya bisa digagalkan sang kakak. Betapa dua bersaudara ini meski sama-sama mendapat perlakuan kasar sejak kecil oleh sang ayah, tumbuh menjadi sosok yang berbeda.

Sebenarnya cerpen ini bagus dan dengan bahasa yang santai saya dapat menikmatinya namun cerpen ini seolah tak tuntas. Sang ayah yang jahat dan mendapatkan ganjaran atas perbuatannya.

Hampir semua mengangkat cerita tentang ayah kecuali cerpen terakhir. Cerpen yang berjudul "Si Cantik Medeline". Seolah cerpen ini hanya pelengkap. Berkisah tentang pemuda yang bekerja di Filipina dan jatuh cinta pada gadis bernama Medeline. Cerita standart yang tak begitu saya suka.

Setelah menyelesaikan semua cerpen ini, saya memfavoritkan cerpen yang berjudul, "Karma Sudra". Kisah seorang wartawati, Karma yang berusaha membalas dendam atas kematian ayahnya. Konfliknya rumit namun membuat saya bertanya-tanya dan akhirnya salah menuduh tersangka. Ceritanya benar-benar tak tertebak dan otomatis membuat saya juga ikut berpikir menganalisa siapa pelaku pembunuhan dan apa motifnya. Berasa membaca kisah detektif.
***

Sabtu, 05 April 2014

[Short Story Reading Challenges] a Day Wish




Spesifikasi buku

Judul : a Day Wish
Penulis : Furry Alyne
Penerbit : Antarnusa
Terbit : 2013
ISBN : 978-602-18405-8-0
Jml Hal. : 99 halaman
Sinopsis :
"Hati sulit ditebak, hati sulit dibaca..."
Kadang orang tidak mengerti apa yang diinginkan hati. Tapi hari ini aku merasa senang membuatmu merasa cemburu. Sungguh, aku merasa senang. Setidaknya aku jadi tahu kalau kamu masih punya rasa itu. Rasa cinta yang aku sendiri pun mungkin tidak menginginkannya.
Tapi siapa yang memikirkannya?
Aku tak pernah mengikat hatiku sendiri.
Aku tak pernah mengurungnya di dalam jeruji-jeruji pesonamu.
Aku membebaskannya ke mana pun ia mau.
Itulah hati yang kumiliki.
***

Meski Penerbit Antarnusa adalah penerbit indie, namun cover dan layoutnya layak diacungi jempol. Karena covernya cukup berkualitas bagus bisa bersaing dengan penerbit mayor. Kenapa saya berucap demikian? Karena selama ini, cerpen saya juga beberap ikut eksis di kumcer-kumcer terbitan penerbit indie dan jujur cover dan layout beberapa penerbit indie ini berkesan alakadarnya juga kertasnya berkualitas tak begitu bagus namun ini lain.

Cukuplah berkomentar perihal tampilan luar. Saya ingin membahas isinya yang ternyata terdapat empat cerpen saja. Pantas bukunya begitu tipis. Yah... Bisa dimaklumi, mengingat menerbitkan secara indie itu butuh biaya.

Keempat cerpen ini berjudul sama yaitu Day Wish. Namun dengan isi cerita yang berbeda.

"A Day Wish I"
Kisah persahabatan is 'aku' yang adalah seorang laki-laki dengan Flo, gadis populer, cantik dan banyak disukai laki-laki. Hubungan asmaranya tak selalu mulus karena gadis ini rupa-rupanya cepat bosan atau terlalu perfectionis dalam memilih pasangan. Is 'aku' yang selalu menjadi sahabat yang setia di sisinya tahu betul sifatnya dan ternyata diam-diam menyimpan rasa suka namun dia sembunyikan dan tetap berusaha menjadi sahabat yang baik hingga dia memutuskan untuk berpacaran dengan Mitha.
Ceritanya simpel dan sudah mainstream. Banyak dialog yang tanpa narasi jadi terkesan penulis hanya ingin memperbanyak halaman dengan sedikit tulisan. Namun sosok Flo, saya lumayan suka. Dia terlihat berkarakter kuat. Malahan si 'aku' yang namanya tak pernah disebutkan tak begitu kuat karakternya.

"A Day Wish II"

Cerpen kedua bersetting di lingkungan kantor. Sosok baru muncul, Angga namanya. Awalnya si 'aku' tak begitu tertarik. Laki-laki ini tampak biasanya seorang pekerja kantoran namun karena is 'aku' adalah satu-satunya gadis single di kantor dan kebetulan Angga juga single maka mereka sering berusaha dicomblangkan hingga menjadi dekatlah mereka. Rupa-rupanya waktu bergulir dan hubungan mereka makin akrab tapi belakangan si 'aku' tahu bahwa Angga sudah memiliki tunangan di luar kota. Dengan berat hati gadis ini mundur karena dia tak ingin kejadian di masa lalu terulang.

"A Day Wish III"
Cerpen ketiga. Membuatku berpikir tak sedikit wanita yang menikah bukan berlandaskan cinta. Karena masa depan juga patut dipikirkan. Dan di cerita ini kutemukan sebuah fakta bahwa memilih pasangan hidup bukan hanya karena alasan cinta.
Di cerpen ini mengambil alur maju mundur. Menceritakan keadaan setelah menikah di mana sang suami yang baik, mapan dan menyayanginya tampak begitu manis. Lalu gadis ini berflashback bagaimana dengan baik-baik dia memutuskan hubungannya dengan orang yang dia sayang dan memilih lelaki yang lebih baik ini. Meski terkadang muncul rasa rindu dengan orang dia cinta tapi gadis ini juga tampak bahagia sudah menikah dengan lelaki pilihannya dan orang tua.

"A Day Wish IV"
Cerpen terakhir. Akhirnya... Jujur saya tak terlalu menikmati membaca buku ini karena cerpen-cerpennya yang menceritakan hal yang sudah sering diangkat tapi karena sudah setengah jalan ya dilanjut saja sampai akhir. Toh, jumlah halamannya sedikit.
Mari lanjutkan...
Nah, kisah ini terbalik dengan cerpen ketiga. Di sini, ada seorang yang terlalu mencintai kekasihnya meski sudah sering disakiti tetap saja selalu kembali pada kekasihnya itu. Setiap akhir bulan dia selalu ingin memutuskan kekasihnya dan selalu meminta tolong sahabatnya untuk menemaninya datang ke rumah sang pacar untuk minta putus dan sampai bulan ketiga, dia tetap tak bisa bilang putus. Yang kasihan adalah sang sahabat yang diam-diam menaruh rasa padanya. Yang selalu setia padanya dan peduli ketika gadis ini sedang sakit.

Semua cerita tak ada yang happy ending. Dalam hal ini happy ending menurut saya adalah dua orang yang saling mencintai bersatu. Semuanya tak mampu mendapatkan orang mereka cinta. Sungguh ironis mengingat dua hati itu saling berdekatan yakni sebagai sahabat.

Saya pikir memang begitulah hidup. Terkadang kita tak selalu bisa bersama dengan orang yang kita cinta.